Astronom NASA Deteksi Benda Luar Angkasa yang Mendekati Bumi

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2020 14:27 WIB
NASA belum bisa memastikan benda langit yang berpotensi jatuh ke bumi itu. Ilustrasi benda luar angkasa yang mendekati bumi. (Foto: ARUN SANKAR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Astronom Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat, NASA berhasil mendeteksi benda langit memasuki orbit Bumi mendekati jarak 27.000 mil atau 43.452 kilometer.

NASA belum memastikan benda langit yang berpotensi jatuh ke bumi. Namun sejumlah astronom NASA meyakini bahwa objek yang diberi nama Asteroid 2020 SO itu adalah roket pendorong tua. Berdasarkan analisis, roket pendorong itu meluncur ke ruang angkasa pada akhir 1966.

"Saya menduga objek yang baru ditemukan 2020 SO ini sebagai pendorong roket tua," ujar Paul Chodas, direktur Pusat Studi Objek Dekat Bumi NASA, melansir CNN, Kamis (24/9).


Chodas mengatakan 2020 SO bergerak mengikuti orbit di sekitar Matahari dan ke mengarah ke Bumi, hampir melingkar dan hanya sedikit lebih jauh dari Matahari.

Dia juga berkata sangat kecil kemungkinannya itu adalah asteroid setelah melihat pola orbitnya.

Chodas menjelaskan, 2020 SO ada hubungannya dengan peluncuran Surveyor 2 pada 20 September 1966. Misi itu dirancang untuk melakukan pendaratan di Bulan, tetapi kegagalan menyebabkan pesawat ruang angkasa itu jatuh.

Roket Centaur yang digunakan untuk mendorong pesawat ruang angkasa melewati Bulan dan masuk ke orbit dekat Matahari, namun sejak saat itu sudah tidak terlihat lagi. Sehingga para ahi mencurigai benda itu adalah 2020 SO adalah roket Centaur.

Melansir BGR, objek tersebut kemungkinan akan memasuki orbit jauh di sekitar Bumi pada akhir November 2020.

Jika itu adalah asteroid maka akan dianggap sebagai bulan mini. Namun, jika itu adalah roket pendorong maka selama ini hanya menjadi puing-puing ruang angkasa yang mengambang di sekitar ruang angkasa.

"Dalam satu bulan atau lebih kita akan mendapatkan indikasi apakah 2020 SO benar-benar sebuah badan roket," ujar Chodas.

Chodas menambahkan kepadatan 2020 SO jauh lebih kecil daripada asteroid. Sehingga, dia menyebut harus segera dapat mendeteksinya sebelum mengalami perubahan gerak kerana tekanan sinar matahari.

Untuk diketahui sebelum Neil Armstrong dan Edwin 'Buzz' Aldrin menginjakkan kaki di Bulan, NASA sempat menjalankan serangkaian misi Apollo ke Bulan. Sejumlah misi gagal menempatkan astronaut ke Bulan dan meninggalkan sampah di luar angkasa.

(jps/mik)

[Gambas:Video CNN]