Studi: Covid Dapat Menular di Dalam Bus AC

CNN Indonesia | Kamis, 01/10/2020 07:19 WIB
Studi penularan virus corona dalam bus AC ini memperkuat penelitian sebelumnya kalau Covid-19 menular lewat airborne di ruang tertutup. Ilustrasi. Studi menunjukkan penularan virus corona bisa terjadi dalam bus AC. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penelitian baru membuktikan penyakit Covid-19 akibat infeksi virus corona SARS-CoV-2 bisa menular lewat bus ber-AC.

Hasil penelitian dari Universitas Georgia ini memperkuat penelitian sebelumnya, yang menyebut virus ini bisa menular lewat udara di dalam ruang tertutup.

Hasil penelitian itu juga bisa dikaitkan dengan kasus pasien Covid-19 yang menularkan virus ke sesama penumpang bus melalui sistem pendingin udara bus.


Para peneliti telah lama menduga Covid-19 bisa tertular lewat udara di ruang tertutup. Namun, dugaan tersebut belum didukung dengan bukti empiris.

"Studi kami memberikan bukti epidemiologi penularan dari jarak jauh, yang kemungkinan besar melalui udara," kata peneliti Universitas Georgia, Ye Shen, seperti dilansir Eurekalert

Dalam studi yang dipublikasikan baru-baru ini di JAMA Internal Medicine, peneliti menyelidiki infeksi setelah acara ibadah di provinsi Zhejiang. Sebagian peserta diketahui naik dua bus dengan AC menyala dan jendela tertutup, di mana salah satunya terdapat pasien Covid-19.

Berdasarkan penelitian itu, penumpang yang jatuh sakit sebagian besar naik bus yang sama dengan pasien Covid-19. Padahal kedua kelompok tersebut empat berbaur dengan kerumunan yang lebih besar pada acara ibadah tersebut, menunjukkan bahwa bus adalah titik transmisi utama.

Lebih lanjut, beberapa penumpang bus yang kemudian menunjukkan gejala Covid-19 juga diketahui tidak duduk di dekat penumpang yang terinfeksi.

Melansir Times of India, peneliti menyoroti skenario dimana Covid-19 dapat menyebar melalui partikel aerosol halus yang diedarkan di ruang tertutup dan saat cuaca semakin dingin. 

"Memahami rute penularan Covid-19 sangat penting untuk menahan pandemi, sehingga strategi pencegahan yang efektif dapat dikembangkan dengan menargetkan semua rute penularan potensi," ujar Shen.

"Temuan kami memberikan dukungan yang kuat untuk mengenakan penutup wajah di lingkungan tertutup dengan ventilasi yang buruk," ujarnya.

(jps/eks)

[Gambas:Video CNN]