Facebook Akan Hapus Konten Penyangkal Holocaust Adolf Hitler

CNN Indonesia | Rabu, 14/10/2020 01:06 WIB
Facebook akan menghapus seluruh konten penyangkalan Holocaust, peristiwa yang diklaim jadi pembantaian Yahudi oleh Nazi di bawah Adolf Hitler. Facebook akan menghapus seluruh konten penyangkalan Holocaust, peristiwa yang diklaim jadi pembantaian Yahudi oleh Nazi di bawah Adolf Hitler. Ilustrasi Facebook. (AP Photo/Richard Drew).
Jakarta, CNN Indonesia --

Facebook mengumumkan akan menghapus seluruh konten penyangkalan Holocaust yang merupakan peristiwa pembantaian kau Yahudi oleh Nazi di bawah pimpinan Adolf Hitler.

Facebook mengatakan perluasan kebijakan ujaran kebencian ini merupakan tanggapan atas peningkatan anti-semitisme yang merupakan kebencian dan diskriminasi terhadap orang Yahudi.

Facebook mengatakan anti-semitisme terdokumentasi dengan baik secara global. Perusahaan juga mengatakan ketidaktahuan yang mengkhawatirkan soal Holocaust, terutama di kalangan anak muda. Facebook sebelumnya menghadapi kritik keras karena membiarkan konten penolakan Holocaust menyebar dengan bebas di platformnya.


Selain menghapus konten yang menyangkal atau menolak Holocaust, perusahaan akan mengarahkan siapa pun yang menelusuri istilah atau topik ini di Facebook ke informasi kredibel yang disediakan oleh sumber pihak ketiga.

"Penegakan kebijakan ini tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada berbagai konten yang dapat melanggar kebijakan ini, dan perlu beberapa waktu untuk melatih peninjau dan sistem kami tentang penegakannya, "kata VP kebijakan konten Facebook, Monika Bickert.

Awal tahun ini, Facebook mengatakan akan melarang stereotip anti-semitisme yang menggambarkan orang-orang Yahudi sebagai kaum yang menggerakkan dunia atau institusi utamanya.

Akan tetapi, sebuah laporan oleh kelompok kontra-ekstremisme Inggris, Institute for Strategic Dialogue (ISD) menemukan bahwa algoritme perusahaan secara aktif mempromosikan konten penyangkalan Holocaust.

Menghapus konten yang menyangkal atau mendistorsi Holocaust dianggap merupakan keputusan konkret perusahaan yang sering dituduh mendorong ujaran kebencian.

Namun beberapa tahun lalu, CEO Facebook Mark Zuckerberg, yang notabene seorang Yahudi telah menyajikan toleransi perusahaan terhadap penolakan Holocaust sebagai contoh komitmennya terhadap prinsip kebebasan berbicara.

Dalam sebuah wawancara dengan Recode pada tahun 2018, Zuckerberg mengatakan bahwa Facebook tidak akan menghapus konten dari para penyangkal Holocaust karena dia yakin orang-orang ini tidak sengaja salah paham terhadap Holocaust.

"Saya hanya berpikir, seburuk apa pun contoh-contoh itu, saya pikir kenyataannya adalah juga bahwa saya melakukan kesalahan saat berbicara di depan umum. Aku yakin kau melakukannya," kata Zuckerberg.

Zuckerberg menambahkan secara pribadi penolakan Holocaust sangat ofensif. Ia sama sekali tidak bermaksud untuk membela orang-orang yang menyangkal Holocaust.

Dilansir dari The Verge, Zuckerberg mengatakan pemikirannya tentang masalah tersebut telah berkembang seiring dengan meningkatnya anti-semitisme.

Dilansir dari BBC, Zuckerberg sendiri menyatakan dirinya berjuang untuk membela kebebasan berekspresi sekaligus menghilangkan bahaya dari penyangkalan Holocaust.

"Pemikiran saya sendiri telah berkembang seiring saya melihat data yang menunjukkan peningkatan kekerasan anti-semitisme, seperti halnya kebijakan kami yang lebih luas tentang ujaran kebencian," kata Zuckerberg.

(jnp/DAL)

[Gambas:Video CNN]