Xiaomi Sebut Poco X3 Tak Akan Terkendala Masalah CEIR

CNN Indonesia | Kamis, 15/10/2020 20:08 WIB
Xiaomi menyebut ponsel Poco X3 tak akan terkendala keterbatasan kapasitas data CEIR menampung IMEI ponsel baru. Ilustrasi. Xiaomi memastikan Poco X3 tak terdampak keterbatasan mesin CEIR (CNN Indonesia/Agnes Savithri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Xiaomi pastikan kendala keterbatasan kapasitas data Centralized Equipment Identity Register (CEIR) tak berdampak pada ponsel Poco X3 yang baru diluncurkan pada 15 Oktober. 

CEIR sebelumnya dilaporkan tak dapat menampung data International Mobile Equipment Identity (IMEI) dari ponsel baru. Akibatnya, ponsel-ponsel yang IMEInya belum terdaftar diblokir dari jaringan seluler karena dianggap merupakan ponsel ilegal.

"Kita bisa pastikan Poco ini tidak berdampak dengan kondisi sekarang ini," kata Country Manager Xiaomi Indonesia, Alvin Tse, dalam diskusi virtual, Kamis (15/10).


Alvin mengungkap kasus kendala ponsel tak dapat menerima jaringan di Xiaomi sangat sedikit bagi pengguna ponsel baru. Alvin mengatakan justru yang mendapat pengaruh dari kendala CEIR adalah ponsel-ponsel yang sudah beredar di pasar atau after sales.

Ponsel-ponsel lama ini banyak yang tak dapat mengakses jaringan seluler karena menggunakan suku cadang (spare part) yang tak bisa diregistrasi. Lebih lanjut untuk menanggulangi masalah ini, tim Xiaomi terus bekerja sama dengan pemerintah.

"Kemungkinan yang berdampak adalah after sales, karena spare part tidak teregistrasi," ujar Alvin.

Sebelumnya, Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) membenarkan mesin CEIR sudah bisa kembali menampung data IMEI dari ponsel baru.

Di sisi lain, Oppo mengaku belum dapat mengunggah IMEI ke CEIR hingga Rabu (14/10). Publik manajer Oppo, Aryo Meidianto mengaku pihaknya sampai berhenti produksi akibat hal itu.

Sementara itu, juru bicara Huawei Indonesia Mohamad Ilham menyampaikan pihaknya tidak mengalami kendala dalam mengunggah IMEI ke CEIR. Namun, dia mengaku informasi mengenai terganggunya CEIR menyebabkan kekhawatarian konsumen.

(jnp/eks)

[Gambas:Video CNN]