Belum Semua Vendor Bisa Daftar IMEI ke CEIR Cegah Ponsel BM

CNN Indonesia | Kamis, 15/10/2020 16:59 WIB
Mesin CEIR yang dikelola Kominfo diklaim sudah bisa kembali menampung data IMEI untuk memblokir ponsel BM atau ilegal. Ilustrasi IMEI. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) membenarkan mesin Centralized Equipment Identity Register (CEIR) yang dikelola Kominfo sudah bisa kembali menampung data International Mobile Equipment Identity (IMEI) dari ponsel baru.

Ketua APSI Hasan Aula mengatakan sistem untuk memblokir ponsel BM atau ilegal itu sudah dimulai sejak awal pekan ini.

"Senin (12/10) kemarin sudah bisa kok di upload IMEI-nya," ujar Hasan kepada CNNIndonesia.com, Kamis (15/10).


Hasan sebelumnya menyampaikan CEIR sangat penting bagi industri ponsel. Sebab, mesin itu dapat membedakan ponsel legal dengan ponsel ilegal atau BM (black market).

Berbeda dengan APSI, vendor ponsel Oppo mengaku belum dapat mengunggah IMEI ke CEIR hingga Rabu (14/10). Publik manajer Oppo, Aryo Meidianto mengaku pihaknya sampai berhenti produksi akibat hal itu.

"Sampai hari Rabu kemarin memang belum bisa, kami belum produksi sama sekali. Mungkin hari ini saya coba koordinasi kembali ke pabrik, apakah sudah ada titik terang atau belum," ujar Aryo kepada CNNIndonesia.com.

Aryo juga mengaku belum dapat memastikan kapan produksi ponsol Oppo kembali dilanjutkan. Selain itu, dia berkata belum dapat meaastikan apakah ponsel yang telah diproduksi nantinya akan mendapat sinyal.

"Setelah produksi mungkin baru bisa tau apakah perangkat akan mendapatkan sinyal atau tidak," ujarnya.

Sementara itu, juru bicara Huawei Indonesia Mohamad Ilham menyampaikan pihaknya tidak mengalami kendala dalam mengunggah IMEI ke CEIR. Namun, dia mengaku informasi mengenai terganggunya CEIR menyebabkan kekhawatarian konsumen.

"Dengan kondisi seperti ini membuat kekhawatiran khususnya bagi konsumen yang hendak membeli produk Huawei. Kita mendapatkan keluhan dari konsumen terkait khekawatiran akan IMEI ponsel yang ke blokir. Namun, untuk perangkat ponsel baru kita tidak ada masalah," ujar Ilham kepada CNNIndonesia.com.

Terkait dengan kondisi itu, Ilham berkata pihaknya berharap persoalan terkait dengan CEIR dapat terselesaikan dengan segera.

Sebelumnya, mesin CEIR berbasis data nomor IMEI dikabarkan hampir penuh sehingga menghambat registrasi.

Kominfo menyatakan kapasitas mesin CEIR yang dikelola Kominfo bersama Kementerian Perindustrian untuk menampung data International IMEI dari ponsel terbaru sudah kembali optimal.

Mesin CEIR dibangun oleh Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI), sementara pengelolaannya dilakukan oleh Kominfo dan Kementerian Perindustrian. CEIR berfungsi untuk mengintegrasikan data di sistem Equipment Identity Register yang ada di lima operator seluler.

"Sudah di-upload data IMEI ponsel baru yang kemarin sempat tertunda. Kapasitas mesin CEIR saat ini mencukupi untuk menerima data terbaru," kata Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Informatika, Ismail.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]