Ahli Temukan Zeptosecond, Lebih Cepat dari Detik

eks, CNN Indonesia | Selasa, 20/10/2020 10:41 WIB
Para peneliti berhasil melakukan mengukur dalam satuan zeptosecond, ukuran waktu yang sangat singkat dan jauh lebih cepat dari detik. Para peneliti berhasil mengukur dalam hitungan zeptosecond, sepermiliar triliun detik (yaxi49/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para peneliti berhasil mengukur satuan waktu tercepat, zeptosecond, yang lebih cepat dari detik dan milidetik.

Ukuran zeptosecond adalah 0.000000000000000000001 (nol koma septiliun atau nol koma semiliar triliun) detik.

Dengan ukuran waktu baru ini, para peneliti di Jerman berhasil mengukur kecepatan partikel cahaya atau foton untuk menyebrangkan molekul hidrogen selama 247 zeptosecond.


Pengukuran ini tercatat sebagai pengukuran dengan catatan waktu tercepat yang pernah ada hingga saat ini.

Tapi bagaimana cara mengukur waktu yang begitu singkat itu? Para peneliti melakukan pengukuran dengan fenomena yang disebut pola interferensi. Mereka menggunakan mikroskop untuk melacak reaksi dari molekul hidrogen yang lewat ke foton.

"Karena kami mengetahui orientasi spasial dari molekul hidrogen, kami menggunakan interferensi dari dua gelombang elektron untuk mengukur dengan tepat kapan foton sampai ke atom hidrogen pertama dan kedua," jelas Sven Grundmann, penulis utama studi yang dipublikasikan jurnal Science

"Tercatat perpindahan itu selama 247 zeptosecond, tergantung berapa jauh kedua molekul terpisah dari perspektif cahaya," tambahnya seperti dikutip BGR.

Sebelumnya, waktu tercepat yang pernah tercatat adalah 850 zeptosecond. Pengukuran ini menggunakan laser. Namun, keberhasilan mengukur hingga 247 zeptosecond dianggap sebagai terobosan besar dari kacamata sains.

Temuan ini merupakan bagian dari usaha global agar para peneliti bisa menghitung waktu dengan lebih teliti. Gunanya untuk mengukur perubahan atom yang disebut dengan efek fotoelektrik.

Teori fotoelektrik pertama kali diperkenalkan Albert Einstein pada 1905. Fenomena ini menjelaskan bahwa elektron bisa lepas dari atom ketika terpukul cahaya.

Pada 1999, ahli kimia Mesir, Ahmed Zewail menggunakan denyut laser ultra pendek untuk mengukur bagaimana perubahan bentuk molekul.

Melansir NBC News, saat itu ia menggunakan hitungan femtosecond. Ukuran femtosecond 1000 kali lebih cepat dari zeptosekon. Jika diangkakan menjadi 0.000000000000000001 (nol koma sejuta triliun detik/ nol koma sekstriliun detik). 

Sehingga, perhitungan waktu yang berhasil diukur oleh peneliti Institut Fritz Haber dari Max Planck Society di Berlin dan DESY, akselerator partikel di Hamburg, ini merupakan kemajuan besar.

(eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK