TEST DRIVE

Rasanya Nyetir Yaris Baru yang Lebih Cepat Putar Balik

CNN Indonesia | Rabu, 21/10/2020 09:45 WIB
Salah satu perubahan pada Yaris facelift yaitu radius putar menjadi 5,1 m, lebih kecil dari sebelumnya 5,7 m. Toyota Yaris. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kehadiran Toyota Yaris facelift pada 9 September menjadi tanda hatchback ukuran sedang belum sepenuhnya ditinggalkan konsumen Tanah Air. Yaris masih menunjukan eksistensinya dengan sentuhan penyegaran.

Secara desain Yaris facelift ini mengusung nuansa seperti model yang sudah meluncur di Thailand, sehingga ubahan yang terlihat tidak berbeda jauh dari sebelumnya. Eksterior yang berubah cuma gril dan bumper, sementara varian TRD terlihat diubah pada desain kit bodi, lampu besar, serta lampu kabut.

Ubahan pada sektor tersebut menghilangkan wajah 'joker' pada mobil ini.


Ubahan lainnya yakni tambahan fitur miracast, bluetooth, dan USB pada sistem hiburan serta varian TRD yang kini mempunyai kamera parkir baru. Ubahan teknis yakni pada radius putar yang menciut menjadi 5,1 meter dari sebelumnya 5,7 m.

Meski minim sentuhan, kali ini saya mencoba mengulas mobil ini dalam perjalanan singkat melaui rute Depok-Bandung. Varian Yaris yang saya gunakan TRD Sportivo. Varian ini merupakan model terlengkap pada keluarga Yaris, terutama pada sisi fitur.

Untuk diketahui Yaris pertama dijual di Indonesia pada 2006. Kemudian pada 2014, Yaris generasi kedua meluncur.

Model kedua memiliki sejumlah ubahan salah satunya soal dimensi yang mengalami penambahan panjang 315 mm, lebih lebar 5 mm, dan lebih rendah 45 mm.

Selanjutnya pada 2016, generasi ketiga keluar dengan modal mesin baru berkode 2NR-FE 1.500 cc.

Toyota YarisToyota Yaris. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)

Memulai Perjalanan

Tak perlu berlama-lama, saya segera masuk ke kabin dan menyalakan mesin melalui tombol yang terletak pada sebelah kanan roda kemudi sembari menginjak pedal rem dan mulai bertolak meninggalkan Depok.

Desain kabin mobil ini tidak berbeda dari sebelumnya. Tata letak dan desain tetap dipertahankan, termasuk roda kemudi yang memiliki berbagai macam tombol untuk mengoperasikan sistem audio hingga pengaturan MID.

Sementara posisi mengemudi dapat disesuaikan melalui pengaturan tinggi rendah roda kemudi dan setingan pada jok. Fitur itu cukup membantu buat menyesuaikan saya yang punya tubuh tambun dengan tinggi 184 cm di balik kemudi.

Impresi mengendarai Yaris tidak berbeda dari sebelumnya, baik dari sisi performa maupun stabilitasnya. Mesin mobil terasa tetap responsif menyesuaikan hentakan pedal gas.

Yaris dibekali mesin bensin 1.496 cc yang dapat melepas 105,5 hp dengan torsi 140 nm. Mesin tersebut dikawinkan transmisi otomatis CVT dan memiliki mode berkendara eco serta sport.

Jika mode berkendara diubah menjadi sport, sangat terasa tenaga menjadi lebih liar, begitu juga deru knalpot langsung terdengar hingga kabin saat pedal diinjak lebih dalam.

Mode berkendara sport cukup membantu ketika membutuhkan tenaga lebih besar saat hendak menyalip kendaraan-kendaraan besar di jalur bebas hambatan. Perlu diketahui juga walau mobil ini matic, kita dapat mengemudi dengan gaya berkendara manual melalui paddle shift, atau menaik dan turunkan gigi menggunakan tuas transmisi.

Terkait kenyamanan, suspensi mobil ini terasa keras saat saya melalui jalan rusak atau bergelombang seperti di Jalan Tol Layang. Namun, karena setingan suspensi tersebut juga, stabilitas mobil ini cukup mumpuni saat melibas tikungan tanpa menyebabkan limbung.

Toyota YarisToyota Yaris. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)

Kamera Parkir dan Radius Putar

Selain sistem koneksi pada head unit dengan ponsel pintar, ubahan Yaris yang juga saya jajal dalam perjalanan yaitu kamera parkir baru dan radius putar.

Kamera parkir ini memperlihatkan area belakang melalui monitor dengan penampilan cukup jelas sehingga proses parkir mundur terasa mudah. Kemudahan parkir juga saya rasakan sebab terdapat garis-garis hijau yang menjadi batas dimensi mobil, serta sensor yang berbunyi saat mobil mendekati objek di sekitarnya.

Sementara radius putar yang mengecil pada Yaris tidak hanya membantu ketika memarkirkan mobil, tetapi juga saat putar balik. Radius putar ini membuat putar balik di jalan raya tak merepotkan, alias bisa sekaligus asalkan diawali dengan perhitungan tepat.

Meski begitu radius putar Yaris yang sudah lebih kecil ini masih lebih besar dari kompetitornya, Honda Jazz, yakni 4,9 meter.

Toyota Yaris terbaru meluncur di Indonesia pada 8 September 2020.Toyota Yaris terbaru meluncur di Indonesia pada 8 September 2020. (Toyota Astra Motor)

Kesimpulan

Ubahan pada Yaris memang belum signifikan sehingga sensasi berkendara yang diberikan tak jauh berbeda dari sebelumnya. Tak hanya itu bagi sebagian orang mungkin tidak akan menyadari bila Yaris telah mengalami penyegaran lantaran minim ubahan.

Namun begitu setidaknya Yaris masih lebih berani dengan eksistensinya di tengah redupnya pasar otomotif nasional pada masa pandemi untuk menantang para rivalnya yakni Jazz, Mazda 2, hingga Kia Seltos.

Satu lagi, mobil ini terbilang irit ketika kita mengemudi dengan mode berkendara eco, sebab berdasarkan keterangan pada MID tertera satu liter bensin mampu melaju sejauh 19,7 km.

(ryh/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK