Indonesia Minat Produksi 877 Ribu Motor Listrik per Tahun

fea, CNN Indonesia | Selasa, 10/11/2020 08:22 WIB
Kemenperin menjelaskan sudah ada 15 industri perakitan sepeda motor listrik yang telah mendapatkan Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK). Presiden Joko Widodo menjajal motor listrik hasil kerja sama Garansindo dengan Institut Teknologi Sepuluh November (GESITS). (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkap saat ini minat produksi sepeda motor listrik di Indonesia mencapai 877 ribu unit per tahun. Kapasitas produksi itu didapat dari '15 industri perakitan sepeda motor listrik yang telah mendapatkan Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) dari Kemenperin'.

NIK atau Vehicle Identification Number (VIN) adalah kombinasi angka dan huruf sebagai identitas kendaraan. NIK yang juga dikenal dengan sebutan nomor rangka merupakan salah satu syarat wajib buat perusahaan otomotif untuk memproduksi kendaraan.

Menimbang keseriusan produsen motor ini ada kemungkinan produksi motor listrik dimulai lebih dulu daripada mobil listrik.


Plt. Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Ditjen ILMATE Kemenperin, Restu Yuni Widayati, menjelaskan, produksi industri kendaraan bermotor listrik dapat dimulai dari motor listrik. 

Menurut Restu produksi motor listrik bisa duluan karena investasi awal relatif rendah dengan tenaga kerja minimal. Selain itu pasar motor listrik dikatakan cukup besar dan mampu bersaing dengan model konvensional dari sisi biaya kepemilikan.

"Sedikit berbeda dengan industri roda empat atau lebih yang membutuhkan investasi awal yang cukup besar dan tenaga kerja yang cukup banyak sehingga sampai saat ini hanya PT. Mobil Anak Bangsa (MAB) yang telah memiliki fasilitas produksi bis listrik di Indonesia dengan kapasitas produksi 100 unit per bulan atau 1.200 unit per tahun," kata dia dalam keterangan resmi, Senin (9/11).

Regulasi Tak Kunjung Terbit

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi,dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier, mengatakan pihaknya masih juga merampungkan regulasi turunan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019. Dalam regulasi turunan itu, Taufiek, menjelaskan bakal mengatur tentang peta jalan industri kendaraan listrik.

"Pada tahun 2025 nanti, ditargetkan sebesar 20 persen produksi otomotif nasional adalah kendaraan listrik seperti hybrid, plug in hybrid, dan mobil EV berbasis baterai," katanya.

(fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK