Ridwan Kamil Pilih Mobil Listrik Hyundai Jadi Kendaraan Dinas

fea, CNN Indonesia | Selasa, 03/11/2020 16:36 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sempat menyebut Pemprov Jawa Barat akan membeli Hyundai Ioniq Electric untuk kendaraan dinas. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan bakal membeli Hyundai Ioniq Electric sebagai kendaran dinas Pemprov Jawa Barat. (CNN Indonesia/ Rayhand Purnama)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pembelian kendaraan dinas untuk pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan diwajibkan berupa kendaraan listrik mulai 2021.

Hyundai Motors Indonesia sepertinya bakal dapat rezeki kebijakan baru ini sebab Ioniq Electric disebut sebagai salah satu yang incaran menjadi mobil dinas.

Emil, panggilan Ridwan Kamil, menjelaskan, Pemprov Jabar sedang menyiapkan aturan resmi konversi kendaraan dinas itu. Menurut dia Pemprov Jabar akan menjadi provinsi pertama yang melakukan hal seperti itu.


Kendaraan dinas buat Pemprov Jabar yang dimaksud Emil mulai dari untuk Gubernur hingga pejabat-pejabat di bawahnya.

Nama Ioniq Electric muncul sebab ternyata Emil sudah pernah menjajal sedan ini. Dia bilang rasa berkendara hampir tidak ada bedanya dengan mobil bermesin bakar, hanya saja suara yang dihasilkan kecil jadi butuh membiasakan diri membedakan posisi on atau off.

"Hyundai ini sudah saya tes ke Garut, di tanjakan Nagreg tidak ada masalah," kata Emil usai peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PT PLN di Kota Bandung, Senin (2/11).

Hyundai Motors Indonesia membenarkan pihaknya sempat meminjamkan Ioniq Electric kepada Emil. General Manager Marketing Hyundai Motors Indonesia menjelaskan Emil sendiri yang memilih rute berkendara.

"Memang kemarin beliau sempat test drive, satu hari," kata Astrid saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (3/11).

Astrid juga membenarkan ada ketertarikan pihak Emil untuk membeli Ioniq Electric, namun menurut dia sejauh ini belum ada kesepakatan atau perjanjian pembelian.

"Terkait rencana pembelian saya tidak bisa jawab karena sampai saat ini hal tersebut belum final," ucap Astrid.

(fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK