Pasar Komputer Diklaim Tak Kena Imbas Covid-19

CNN Indonesia | Senin, 23/11/2020 17:04 WIB
Imbas Covid-19, pengiriman komputer pribadi atau PC secara global pada kuartal ketiga 2020 naik 14,6 persen YoY menjadi 81,3 juta unit. Ilustrasi komputer pribadi. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pandemi Covid-19 akibat infeksi virus SARS-CoV-2 tak sepenuhnya memberikan dampak negatif. Laporan terbaru menyebutkan bahwa pandemi membuat bisnis komputer pribadi alias PC (personal computer) kembali hidup setelah beberapa tahun terakhir anjlok.

Berdasarkan laporan International Data Corporation (IDC), pengiriman PC secara global pada kuartal ketiga tahun 2020 naik 14,6 persen YoY menjadi 81,3 juta unit. Pengiriman mencakup desktop, notebook, dan workstation.

Melansir SCMP, salah satu perusahaan yang mengais untung dari penjualan PC selama pandemi adalah HP. IDC melaporkan bahwa HP mengirim 18 juta unit PC pada periode kedua dan ketiga tahun 2020.


HP yang berbasis di California, sebelumnya dikenal sebagai Hewlett Packard dan saingannya dari China, Lenovo adalah dua pembuat PC teratas dunia.

"Covid-19 telah menjadikan PC penting,. Anda tidak akan bekerja jika Anda tidak memiliki PC. Jika Anda tidak memiliki PC, Anda tidak belajar," kata Cho.

Cho menuturkan pasar PC global, yang mencakup laptop, menyusut selama tujuh tahun berturut-turut dari 2012 hingga 2018. Pada tahun 2019, IDC mencatat 266 juta PC yang dikirim ke seluruh dunia, di bawah puncak pasar tahun 2011 yang mencapai 364 juta.

Selain pandemi, festival belanja Singles Day yang berakhir minggu lalu juga memberikan dorongan pada penjualan PC. Lenovo melaporkan penjualan sebesar US$ 951 juta atau Rp13,3 triliun selama acara itu atau meningkat 77 persen dibandingkan tahun lalu.

Melansir IDC, manajer riset untuk Mobile Device Trackers IDC Jitesh Ubrani mengatakan kekurangan beberapa komponen, seperti prosesor, panel, dan subkomponen lainnya menyebabkan banyak vendor kehilangan kesempatan.

"Seandainya pasar tidak terhambat oleh kekurangan komponen, pengiriman notebook akan melonjak lebih tinggi selama kuartal ketiga," ujar Ubrani.

Wakil presiden riset Perangkat dan Layar IDC, Linn Huang menyampaikan kekurangan tersebut lebih disebabkan oleh kekurangan perencanaan bisnis daripada kesalahan teknis. Banyak vendor tidak mengantisipasi lonjakan kapasitas secara tiba-tiba.

"Akibatnya, penumpukan ini kemungkinan besar akan berlanjut. 2021," ujar Huang.

Berdasarkan data, Lonove berada di peringkat teratas sebagai vendor yang paling mendapat keuntungan dari penjualan PC di tengah pandemi Covid-19. Kemudian disusul oleh HP, Dell, Apple, dan Acer.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK