BMKG Jelaskan Penyebab Hujan Es di Bali dan Lombok

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Selasa, 24/11/2020 11:50 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyabab hujan es yang turun di Bali dan Lombok. Ilustrasi hujan es di Bali dan Lombok. (Foto: (CNN Indonesia/Farida Noris))
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan hujan es yang turun di Bali dan Lombok akibat transisi musim kemarau ke musim hujan.

Prakirawan BMKG Iqbal Fathoni menuturkan transisi itu mengakibatkan pertumbuhan awan Cumulonimbus.

"Alasan kenapa bisa terjadi di Lombok atau Bali, wilayah tersebut bisa dibilang masih masuk masa transisi ke musim hujan, dimana peluang terjadinya pertumbuhan awan Cumulonimbus pada musim transisi cukup tinggi," ujar Iqbal kepada CNNIndonesia.com, Selasa (24/11).


Iqbal menjelaskan proses terjadinya hujan es adalah ketika terjadi kondensasi uap air lewat pendinginan di atmosfer pada lapisan di atas level beku. Es yang terjadi dengan proses itu biasanya berukuran besar.

Karena ukurannya, tidak semua es mencair walaupun telah turun ke arah yang lebih rendah dengan suhu yang relatif hangat.

Lebih lanjut, Iqbal menuturkan penyebab utama tidak semua es mencair adalah daya angkat atau konvektif yang cukup kuat di wilayah tersebut, yang biasanya membentuk awan Cumulonimbus yang cukup tinggi.

"Sehingga ketika terjadi hujan es biasanya disertai hujan, petir, maupun angin kencang," ujarnya.

Terkait dengan fenomena itu, Iqbal mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat atau petir, hujan es, dan lain-lain.

"Dan dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin," ujar Iqbal.

(jps/mik)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK