Profesor Israel Klaim Alien Punya Perjanjian dengan AS

CNN Indonesia | Selasa, 08/12/2020 15:25 WIB
Menurut mantan kepala program luar angkasa Israel, alien sudah ada di bumi tapi menolak dipublikasi sebab dirasa umat manusia belum siap. Ilustrasi makhluk asing atau alien. (Foto: AP Photo/John Locher)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Kepala Program Luar Angkasa Israel periode 1981-2010, Haim Eshed, memberikan pernyataan mengejutkan soal eksistensi alien di bumi berikut perjanjiannya dengan Amerika Serikat (AS). Ia mengungkap hal itu dalam wawancara dengan surat kabar terbesar di Israel, 7 Days, edisi Shabbat dari Yedioth Aharonoth.

Eshed mengklaim alien telah meminta agar eksistensi mereka tidak dipublikasikan kepada dunia karena umat manusia dirasa belum siap dengan keberadaan mereka.

"UFO telah meminta untuk tidak mempublikasikan bahwa mereka ada di sini, umat manusia belum siap," katanya dikutip dari Jewish Press, Selasa (8/12).


Ia juga menjelaskan Presiden AS Donald Trump hampir saja mengungkapkan keberadaan alien kepada manusia di bumi yang sejauh ini diketahui hal itu tidak pernah terjadi. Menurut Eshed 'Federasi Galaksi' mengatakan: tunggu hingga orang-orang tenang dulu.

"Mereka tidak mau memulai histeria massal. Mereka pertama ingin membuat kita waras dulu dan memahami," katanya lagi.

Menurut pernyataan profesor bergelar sarjana teknik elektronik dan doktor dalam teknik penerbangan itu kepada Yedioth juga menyatakan alien di galaksi telah menunggu umat manusia untuk berevolusi hingga mencapai titik dimana manusia memahami apa itu ruang angkasa dan pesawat ruang angkasa.

Keberadaan alien kata Eshad juga telah diketahui pemerintah AS. Eshed menyebut ada kontrak perjanjian yang telah ditandatangani pemerintah AS dengan para alien.

"Mereka menandatangani kontrak dengan kami untuk melakukan eksperimen di sini. Mereka juga sedang meneliti dan mencoba memahami seluruh tatanan alam semesta dan mereka menginginkan kita sebagai penolong," ucap Eshad.

Selain itu Eshed mengungkapkan ada pangkalan bawah tanah di kedalaman Mars. Di sanalah tempat perwakilan alien berada dan juga perwakilan astronot AS.

Eshad mengatakan jika ia mengungkap hal ini lima tahun yang lalu, dia pasti dibawa ke rumah sakit. Ia juga bilang dianggap gila ketika mengungkapkan pengetahuannya soal alien kepada pihak akademis.

"Sekarang mereka sudah berbicara berbeda. Saya tidak akan rugi. Saya telah menerima gelar dan penghargaan, saya dihormati di universitas di luar negeri, di mana tren juga berubah," katanya.

Keberadaan alien di bumi, istilah 'Federasi Galaksi', perjanjian AS dengan alien, menyulut berbagai pendapat. Ada yang mempertanyakan kewarasan akal Eshad, pembuktian ucapannya, sampai penasaran mengapa Trump bisa dibungkam soal rahasia ini.

Menurut New York Post, Barack Obama pernah menolak memberikan komentar soal alien di bumi saat diwawancarai dalam acara Late Show oleh Stephen Colbert. Obama tidak mengonfirmasi ataupun menyangkal hal itu.

Pentagon dalam waktu beberapa bulan terakhir mengungkap keberadaan alien yang dihubungkan dengan (UFO/unidentified flying object). Setidaknya ada tiga video rahasia milik Angkatan Laut AS yang kerap diduga banyak pihak merupakan pesawat berawak makhluk asing (alien).

Pentagon juga telah merilis video yang direkam melalui kamera infrared dan menampilkan UFO yang terbang secara cepat. Angkatan Laut sebelumnya mengakui kebenaran video itu pada September 2019.

(mln/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK