Google-Apple Bakal Tendang Penjual Data Muslim Pro

CNN Indonesia | Kamis, 10/12/2020 20:15 WIB
Google dan Apple bakal menendang penjual data Muslim Pro ke militer AS dan semua aplikasi yang masih terhubung dengan layanan itu. Ilustrasi. Google dan Apple bakal tendang penjual data Muslim Pro ke militer AS, X-Mode, dan semua aplikasi lain yang masih terkait dengan mereka (CNN Indonesia/Mundri Winanto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Apple dan Google resmi melarang penjual data aplikasi Muslim Pro ke militer Amerika Serikat (AS) masuk ke toko aplikasi mereka.

Pelarangan dilakukan terhadap perusahaan X-Mode yang mengumpulkan data lokasi dari berbagai aplikasi yang terhubung ke platformnya. X-Mode lantas menjual data itu ke militer AS.

Kedua raksasa toko perangkat lunak tersebut juga tidak akan segan memblokir aplikasi yang masih berhubungan dengan X-Mode.


Sebelumnya, salah satu aplikasi populer untuk umat muslim, Muslim Pro menggunakan X-Modesebagai mitra data. X-Mode sendiri dituding menjual data dan lokasi pengguna kepada pihak militer Amerika Serikat (AS).

Muslim Pro adalah satu dari ratusan aplikasi smartphone yang menghasilkan uang dengan menjual data lokasi pengguna ke pihak ketiga. Motherboard menyebut militer AS membeli data Muslim Pro melalui salah satu pialang data pihak ketiga tersebut.

Dilansir dari Apple Insider, menurut pemberitaan The Wall Street Journal, Google memberikan waktu selama 7 hari untuk pengembang membatalkan penggunaan X-Modedalam aplikasinya, sementara Apple memberikan pengembang waktu 14 hari. 

Kedua raksasa teknologi tersebut juga telah melaporkan keputusannya pada Senator AS, Ron Wyden. AS sendiri sedang menyelidiki terkait penjualan data pengguna aplikasi ke pemerintah."Dalam kasus Google Play Store, jika pengembang tidak mematuhi perintah untuk menghapus kode X-Mode dari dalam aplikasi mereka, platform mereka dapat diblokir," kutipappleinsider,Kamis (10/12).

Dalam ulasan App Store kepada Senator Wyden, sekitar 100 aplikasi yang dibuat oleh 30 pengembang berisi X-Mode SDK. Apple mengatakan kepada pengembang bahwa X-Mode melanggar persyaratan layanannya dengan mengumpulkan data pengguna secara diam-diam.

Pada saat laporan penyelidikan tersebut dibuat,X-Modeditemukan di sekitar 400 aplikasi. Beberapa pengembang yang menggunakan X-Mode di aplikasi mengaku mereka tidak mengetahui keterkaitan X-Mode dengan militer AS.

Sebelumnya, laporan dari Motherboard seperti dikutip Vice, aplikasi dengan lebih dari 98 juta unduhan ini ternyata melacak lokasi pengguna dan menjual data itu ke militer Amerika Serikat. 

(mln/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK