Diduga Curi Data Pengguna, Aplikasi PeduliLindungi Di-update

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Selasa, 05/01/2021 17:12 WIB
Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Dedy Permadi mengatakan PeduliLindungi aman digunakan. Aplikasi PeduliLindungi update. (Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aplikasi PeduliLindungi mengalami penyempurnaan fitur dan ketentuan penggunaan.

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Dedy Permadi mengatakan PeduliLindungi aman digunakan. Aplikasi PeduliLindungi untuk sistem operasi Android telah dikembangkan sampai versi 3.1.1.

Menurut Dedy, versi terkini telah mengalami banyak penyempurnaan fitur dan izin akses.


"Saat ini versi PeduliLindungi Android adalah 3.1.1 dimana sudah banyak perbedaan fitur aplikasi dan izin akses yang tidak digunakan di versi terbaru. Pada versi 3.1.1 tidak ada lagi menggunakan fitur bluetooth, WiFi, kamera, dan file access untuk penyimpanan," jelasya di Jakarta, Selasa (05/1).

Deddy menuturkan versi PeduliLindungi Android yang dibahas dan dijadikan isu adalah versi 2.2.2 yang dirilis tanggal 25 Juni 2020. Dia membenarkan versi itu sempat meminta izin akses.

Namun, dia menegaskan izin akses yang dipakai dalam aplikasi PeduliLindungi sepenuhnya telah melalui persetujuan dari pengguna saat instalasi aplikasi.

"Izin akses yang digunakan pada aplikasi semata-mata untuk meningkatkan user experience dan benefit bagi user saat menggunakan aplikasi PeduliLindungi," ujarnya.

Lebih lanjut, Deddy berkata aplikasi PeduliLindungi tidak hanya menyediakan fitur contact tracing, tapi juga fitur informasi lokasi terdampak yang bermanfaat bagi pengguna untuk waspada dan menghindari saat berada di lokasi tersebut.

"Untuk itu akses geolokasi pada telepon seluler diperlukan untuk memberikan informasi berharga ini," ujar Deddy.

Kebijakan privasi PeduliLindungi tercantum pada https://pedulilindungi.id/kebijakan-privasi-data dan juga sudah mendapat persetujuan pihak Google Play Store.

"Termasuk tidak akan menggunakan data dan informasi untuk keperluan komersial dan perlakukan aplikasi terhadap data sensitif," ujarnya.

Dalam laman https://pedulilindungi.id/syarat-ketentuan, tertulis aplikasi PeduliLindungi tidak mengambil data daftar kontak di ponsel pengguna. Namun, data yang diperlukan sesuai persetujuan pengguna disimpan sementara di penyimpanan lokal ponsel dan secara terenkripsi dikirim ke server secara berkala.

Data-data tersebut diklaim disimpan secara terenkripsi di server PeduliLindungi yang aman dan tidak dibagikan ke publik. Data pengguna hanya akan diakses bila pengguna dalam risiko tertular Covid-19 dan perlu segera dihubungi oleh petugas kesehatan.

Data pengguna tidak akan diserahkan atau disebarluaskan kepada pihak lain kecuali kepada instansi pemerintah yang saat ini ditunjuk dalam menangani pandemi Covid-19, atau karena ketentuan hukum.

Aplikasi PeduliLindungi telah tercantum pada Keputusan Menteri Kominfo No. 253 Tahun 2020. Aplikasi itu dijamin aman dengan Keputusan Menteri Kominfo No 171 Tahun 2020 yang melengkapi keputusan sebelumnya, yakni Keputusan Menteri Kominfo No. 159 Tahun 2020 tentang Upaya Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) melalui Dukungan Pos dan Informatika.

Saat ini aplikasi itu sudah diunduh oleh lebih dari 26 juta pengguna dan akan digunakan untuk mendukung program vaksinasi Covid-19 yang menjangkau sekitar 180 juta penduduk.

(eks/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK