Fakta dan Fungsi Black Box Pada Pesawat

CNN Indonesia | Selasa, 12/01/2021 18:57 WIB
Black box digunakan untuk mengungkapkan semua data dan kegiatan di dalam pesawat saat terbang dari satu tempat ke tempat lain. Ilustrasi kotak hitam pesawat Sriwijaya Air. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Black box atau kotak hitam adalah istilah umum yang digunakan dalam industri penerbangan untuk merekam data selama pesawat diterbangkan. Walaupun disebut kotak hitam, black box dibalut warna yang terang menyala atau cerah agar mudah teridentifikasi dalam operasi pencarian.

Black box kini menjadi perbincangan usai insiden Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di Kepulauan Seribu, Jakarta. Berikut fakta-fakta dari black box:

1. Black Box Ada Dua Bagian 

Black box terdiri dari dua bagian peralatan perekam data penerbangan, CVR (Cockpit Voice Recorder) dan FDR (Flight Data Recorder).


FDR bertugas untuk terus merekam beragam data tentang semua aspek pesawat saat terbang dari satu tempat ke tempat lain. Sementara CVR merekam percakapan di dek penerbangan dan suara-suara seperti transmisi radio dan alarm otomatis.

2. Black box tidak berwarna hitam

Melansir DW, istilah penggunaan nama black box muncul pertama pada Perang Dunia II, yang berasal dari pengembangan radio, radar, dan alat bantu navigasi elektronik di pesawat tempur Inggris dan Sekutu.

Perangkat elektronik yang sering dirahasiakan ini secara harfiah terbungkus dalam kotak hitam atau rumah non-reflektif. Oleh karena itu dinamakan 'Blackbox'.

Selain itu, warna oranye dipilih agar terlihat terang dan mencolok secara visual di antara puing-puing setelah kecelakaan.

Black box adalah alat perekam elektronik yang ditempatkan di dalam pesawat terbang untuk memudahkan investigasi kecelakaan dan berbagai insiden penerbangan.

3. Ditemukan pertama di Australia

Melansir ABC, orang yang pertama kali menemukan alat rekaman black box adalah DR David Warren. Ia menemukan menciptakan alat tersebut karena ayahnya korban jiwa akibat kecelakaan pesawat di Selat Bass pada tahun 1934, saat David masih berusia sembilan tahun.

Pada awal tahun 50-an, DR Warren memiliki ide untuk menciptakan sebuah alat perekam data penerbangan dan percakapan di dek kokpit, untuk membantu para analis memecahkan penyebab insiden kecelakaan.

INFOGRAFIS MENGENAL TEKNOLOGI KOTAK HITAMFoto: CNN Indonesia/Fajrian
INFOGRAFIS MENGENAL TEKNOLOGI KOTAK HITAM

Akhirnya pada 1956 Ia berhasil menyelesaikan prototipe tersebut dengan nama ARL Flight Memory Unit. Namun 5 tahun berselang, penemuannya tidak mendapat perhatian dari pihak penerbangan setempat.

Lalu ciptaanya diproduksi secara massal di Inggris da Amerika Serikat, dan akhirnya digunakan di berbagai negara sebagai pelengkap keamanan pesawat.

4. Hanya merekam 2 jam percakapan kokpit

Fakta teknologi black box selanjutnya ialah alat perekam black box memiliki perekaman data penerbangan digital yang cukup lama, hingga 25 jam. Black box hanya merekam percakapan di dek kokpit paling lama 2 jam.

5. Butuh Waktu Lama Melacak Black Box

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK