NASA Perpanjang Misi Pesawat Juno di Jupiter hingga 2025

CNN Indonesia | Minggu, 24/01/2021 21:00 WIB
Pesawat Juno akan terus mengumpulkan informasi tentang planet terbesar di tata surya. NASA memperpanjang operasi pesawat luar angkasa Juno, yang mengorbit di Jupiter hingga September 2025. Ilustrasi (Dok. NASA)
Jakarta, CNN Indonesia --

NASA menunda pensiun pesawat luar angkasa Juno, yang mengorbit di Jupiter sejak 2016. Juno dilaporkan akan melanjutkan misinya tersebut hingga September 2025.

Dengan perpanjangan misi itu, Juno akan terus mengumpulkan informasi tentang planet terbesar di Tata Surya dan dari puluhan bulan pengiringnya.

Beberapa dari bulan itu diketahui memiliki air (terutama Europa) dan mungkin merupakan salah satu tempat yang paling mungkin di Tata Surya yang memiliki kehidupan.


"Sejak mengorbit pertama pada 2016, Juno telah menginformasikan satu demi satu tentang cara kerja bagian dalam raksasa gas masif ini. Dengan misi diperpanjang, kami akan menjawab pertanyaan mendasar yang muncul selama misi utama Juno saat menjangkau ke luar planet untuk menjelajahi sistem cincin Jupiter dan satelit Galilea," kata Scott Bolton dari Southwest Research Institute, melansir TNW, Minggu (24/1).

Pesawat luar angkasa Juno pertama kali dirancang pada 2003 dan diluncurkan ke Jupiter dua tahun ke depan. Juno dijadwalkan selesai menjalani misi pada Juli 2021.

Misi utama Juno adalah untuk mengeksplorasi bagaimana Jupiter terbentuk dan berkembang dari waktu ke waktu.

Dalam perpanjangan misi, Juno akan kembali mengorbit Jupiter sebanyak 42 kali, termasuk flyby dari Jupiter ke Ganymede, Io, dan Europa.

Pengamatan juga akan dilakukan terhadap siklon kutub di kutub Jupiter dan NASA akan melakukan studi mendetail pertama kali dari sistem cincin samar yang mengelilingi planet tersebut.

Juno tak hanya akan memberikan pemandangan dan data yang menakjubkan tentang bulan-bulan di sekitar Jupiter, tetapi misi kali juga akan menghasilkan orbit yang lebih pendek, meningkatkan jumlah orbit yang dapat diselesaikan oleh Juno.

Melansir NASA, data yang dikumpulkan Juno akan berkontribusi pada tujuan misi generasi berikutnya ke sistem Jovian yang dikendalikan oleh Europa Clipper NASA dan misi JUpiter ICy moons Explorer (JUICE) ESA (Badan Antariksa Eropa).

Investigasi Juno tentang bulan vulkanik Jupiter, Io membahas banyak tujuan sains yang diidentifikasi oleh National Academy of Sciences untuk misi penjelajah Io di masa depan.

Pertemuan satelit dimulai dengan penerbangan di ketinggian rendah Ganymede pada 7 Juni 2021 (PJ34), yang mengurangi periode orbit dari sekitar 53 hari menjadi 43 hari.

Penerbangan itu juga membuat jarak dekat Europa pada 29 September 2022 (PJ45), mengurangi periode orbit menjadi 38 hari.

Sepasang flyby Io dekat pada 30 Desember 2023 (PJ57), dan 3 Februari 2024 (PJ58), bergabung untuk mengurangi periode orbit menjadi 33 hari.

(jps/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK