SpaceX Cetak Rekor, Bawa 143 Satelit dalam Sekali Peluncuran

eks, CNN Indonesia | Selasa, 26/01/2021 04:00 WIB
SpaceX mencetak rekor dengan membawa satelit terbanyak hingga 143 buah dalam sekali peluncuran. Ilustrasi. SpaceX pecahkan rekor bawa 143 satelit sekaligus dalam sekali peluncuran (AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

SpaceX cetak rekor berhasil menerbangkan 143 satelit sekaligus dalam sekali peluncuran, rekor terbanyak dalam sejarah.

Kemarin (24/1), perusahaan itu berhasil meluncurkan 143 satelit menggunakan roket Falcon 9. Sebanyak 143 satelit itu terdiri dari 133 satelit pemerintah dan perusahaan swasta. Sementara 10 satelit lain adalah satelit internet Starlink milik SpaceX.

Sebelumnya, rekor menerbangkan banyak satelit dalam sekali peluncuran dipegang oleh PSLV, roket milik India. Roket ini membawa 104 satelit pada peluncuran 2017 lalu.


Satelit yang dibawa termasuk CuveSats, microsats, dan kendaraan orbital untuk membawa sejumlah satelit ke orbit spesifik.

Satelit perusahaan swasta yang ikut dalam peluncuran ini termasuk milik Planet, yang mengoperasikan satelit konstelasi yang menyediakan layanan gambar muka Bumi. Ada pula satelit milik ICEYE yang menyediakan layanan satelit radar mini untuk memonitor es dan melacak banjir.

Transporter-1 awalnya dijadwalkan pada 16 Desember lalu. Namun, peluncuran ini gagal dilakukan hingga lima kali akibat cuaca buruk. Kali ini, peluncuran dilakukan tanpa masalah berarti.

Program berbagi roket untuk meluncurkan satelit ini ada di bawah program SmallSat Rideshare SpaceX. Program ini diumumkan pada 2019. Ini adalah program terbaru SpaceX untuk memberikan jadwal peluncuran secara berkala.

Mereka memilih untuk memberi jadwal penerbangan rutin ketimbang fokus pada satu peluncuran besar. Peluncuran berkala ini difokuskan pada satelit kecil.

Satelit kecil (smallsat) mulai populer dalam beberapa tahun belakangan. Ukuran satelit ini beragam, mulai dari sebesar smartphone hingga sebesar kulkas.

Teknologi untuk satelit mini ini pun makin maju. Dengan ukuran yang kecil, para pembuat satelit menjanjikan berbagai layanan canggih.

Biasanya, satelit kecil ini diluncurkan ke orbit dengan "nebeng" peluncuran satelit yang lebih besar dan lebih mahal. Tapi, daftar tunggu untuk menanti peluncuran satelit besar bisa sangat panjang dan tidak dapat diprediksi.

Sehingga, ada dorongan besar dalam industri peluncuran untuk melayani pasar smallsat yang sedang berkembang pesat.

Lusinan perusahaan roket baru berjanji untuk membangun roket yang lebih kecil agar bisa melayani permintaan peluncuran satelit-satelit kecil itu dengan cepat dan mudah.

Dua perusahaan yang menjanjikan layanan ini adalah Rocket Lab dan Virgin Orbit. Mereka telah berhasil mengirim roket kecil mereka ke orbit dan memulai operasi untuk pasar komersil, seperti dilansir CNN

Falcon 9 melewati momen tekanan mekanis puncak (Max Q), satu menit dan 12 detik setelah peluncuran. Mesin utama tahap pertama mati pada menit 2:28. setelah meninggalkan atmosfer Bumi.

Melansir New Atlas, peluncuran berlanjut dengan pemisahan tahap kedua delapan detik kemudian, yang diikuti oleh dorongan mesin tahap kedua.

Sementara fairing terpisah dari bagian roket yang berisi muatan satelit dan jatuh 2 menit 51 detik kemudian. Fairing kembali ke Bumi dan mendarat di tongkang otonom SpaceX, "Of Course I Still Love You", di Samudra Atlantik.

(eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK