Ikan Belida Lopis Jawa Dinyatakan Punah

CNN Indonesia | Rabu, 27/01/2021 12:08 WIB
Ikan Belida Lopis Jawa, satu dari empat spesies ikan air tawar endemik Indonesia, Belida dinyatakan punah. Ikan Belida Lopis Jawa sudah sulit ditemukan di Indonesia. (Foto: iStockphoto/Peerasin Aekkathin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satu dari empat spesies ikan air tawar Indonesia, Belida, dinyatakan punah. Ikan yang dideklarasikan punah merupakan spesies endemik Indonesia Chitala lopis atau biasa juga disebut sebagai Belida Lopis Jawa.

Belida memiliki empat spesies yakni Chitala bornensis atau Belida Borneo, Chitala hypselonatus atau Belida Sumatra, Notopterus notopterus atau Belida Jawa, dan Chitala lopis atau Belida Lopis Jawa.

Dijelaskan Dosen Fakultas Perikanan Universitas Airlangga Veryl Hasan, klaim atau deklarasi punah tersebut berdasarkan situs resmi IUCN yang dinilai peneliti ikan air tawar asal Singapura, Heok Hee Ng.

Awalnya spesies ini diduga juga tersebar luas di Sumatra dan Kalimantan. Namun hasil penelitian terbaru menunjukkan spesies ini hanya ditemukan pada sungai-sungau Jawa Barat dan Jawa Tengah.


"Spesies ini hampir tidak ditemukan kembali sejak lebih 160 tahun yang lalu dan diduga akibat maraknya perubahan fungsi lahan di Pulau Jawa terutama pada kawasan sungai, danau dan rawa-rawa," kata Veryl melalui pesan singkat, pada Rabu (27/1).

Ia menjelaskan satu-satunya yang dapat dipelajari dari spesies ini yakni koleksi spesimenya yang mungkin masih tersimpan di museum.

Sampai saat ini belum ada dokumentasi atau gambar asli dari C. lopis sehingga secara visual hanya dapat diamati pada litografi pada buku "Atlas Ichthyologique" (1862-1878) karya Pieter Bleeker dan dilukis oleh seniman ilmiah L. Speigler.

Ia memaparkan secara ekologi Belida Lopis merupakan predator puncak dalam rantai makanan pada perairan tawar di Pulau Jawa. Sebab ukurannya besar dan mencolok, ikan ini dapat dengan mudah mengalami eksploitasi.

Sementara ikan belida lainnya yaitu spesies Notopterusnotop terus masih dapat dijumpai secara di perairan tawar Jawa mulai Jawa Barat sampai Jawa Timur. Akan tetapi tren penurunan populasinya terlihat berada karena penangkapan masih terus berlangsung sedangkan upaya perlindungan dan pengembangbiakan tidak ada.

Di sisi lain pria yang juga menjadi Kepala divisi zoologi Generasi Biologi Indonesia Foundation itu menyebut dilaporkan ada satu ikan belida dewasa yang diduga C lopis yang ditangkap di salah satu sungai Jawa Barat dan dibawa untuk menjadi koleksi akuarium di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

"Belida yang tertangkap tersebut berbeda dengan jenis belida yang selama ini juga menjadi koleksi TMII dan secara visual sangat mirip dengan litografi," ucap Veryl.

Namun untuk membuktikan apakah itu Belida Lopis Jawa atau tidak, ia bilang perlu kajian lebih lanjut meliputi studi morfologi dan genetik.

"Jika individu tersebut dapat dikonfirmasi sebagai C. lopis maka status konservasinya dapat dinilai ulang sebagai "extinct in the wild" atau punah di alam namun masih tersisa di penangkaran," ungkapnya.

(ryh/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK