Bos Facebook Ungkap Cara Kerja Aturan Privasi Baru WhatsApp

CNN Indonesia | Rabu, 03/02/2021 15:20 WIB
Bos Facebook mengklaim ada 175 juta pengguna yang berinteraksi dengan akun WhatsApp bisnis yang wajib mengikuti kebijakan privasi baru. Ilustrasi bos Facebook bicara kebijakan WhatsApp. (JIM WATSON / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

CEO Facebook Mark Zuckerberg mengungkap cara kerja aturan kebijakan privasi baru Whatsapp yang sesungguhnya ditujukan untuk komunikasi antara pengguna dengan akun WhatsApp bisnis.

Menurutnya, kebijakan baru WhatsApp untuk memudahkan akun bisnis dalam berkomunikasi dengan pelanggan. Dia mengklaim ada 175 juta pengguna yang berinteraksi dengan akun WhatsApp bisnis saat ini.

Ia mengklaim kebijakan privasi baru WhatsApp tidak akan mengubah keamanan data percakapan pribadi pengguna. Maksudnya, percakapan pribadi yang dilakukan dengan rekan dan keluarga.


Dia mengatakan semua pesan itu akan tetap dienkripsi end-to-end. Sehingga, WhatsApp tetap tidak akan bisa melihat atau mendengar apa yang pengguna katakan.

"Semua pesan ini dienkripsi secara end-to-end, yang artinya kami tidak bisa dan tidak akan pernah melihat atau mendengar apa yang kalian katakan, kecuali orang yang kalian kirimi pesan memilih untuk membagikannya," kata Zuckerberg, seperti dikutip dari The International News, Sabtu (30/1).

Namun, pihak ketiga bisa melihat dan merekam percakapan pengguna ketika berinteraksi dengan akun Whatsapp Bisnis. Itu pun tak semua akun Whatsapp Bisnis. Tapi, hanya akun Whatsapp Bisnis yang menggunakan layanan analisis konsumen dari pihak ketiga.

Pengguna akan diberi notifikasi ketika akan membuka perbincangan dengan akunWhatsappBisnis yang merekam pembicaraan semacam ini.

Saking banyaknya pengguna, Zuckerberg berkata pengguna WhatsApp bisnis membutuhkan fitur baru untuk memudahkan berinteraksi dengan pelanggannya.

Untuk mengakomodir kebutuhan itu, Zuckerberg menyampaikan Facebook membangun infrastruktur hosting untuk menyimpan percakapan WhatsApp mereka. Lewat itu, pesan yang dikirimkan ke akun bisnis hanya akan disimpan di infrastruktur Facebook jika memang diinginkan.

Dalam pernyataan WhatsApp sebelumnya, pengguna akan mendapatkan peringatan jika akun bisnis yang mereka hubungi menyimpan percakapannya di luar WhatsApp.

"Kami ingin semua orang tahu upaya yang kita lakukan untuk melindungi pesan pribadi kalian, jadi kami mengundur jadwal update ini untuk memberikan semua orang waktu untuk memahami apa arti pembaruan ini," ujarnya.

Lewat akun Facebook pribadi, Zuckerberg mengatakan WhatsApp membutuhkan alat yang lebih baik untuk menunjang banyaknya interaksi yang terjadi di WhatsApp bisnis. Banyak pengguna WhatsApp bisnis membutuhkan lebih dari sekadar telepon untuk mengelola layanan pelanggan mereka.

"Jadi kami membangun alat untuk memungkinkan bisnis menyimpan dan mengelola obrolan WhatsApp mereka menggunakan infrastruktur hosting aman kami jika mereka mau," ujar Zuckerberg.

Dia menambahkan pihaknya akan segera kembali merilis pembaruan kepada pengguna dan diharapkan dapat lebih dipahami. Saat ini, dia mengaku pihaknya sedang merancang pembaruan privasi tersebut.

(dal/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK