UJI PRODUK

Review Mi TV 4 Bezel-Less 43 Inci, TV Android Rp3,8 Juta

CNN Indonesia
Sabtu, 06 Feb 2021 08:32 WIB
Review Mi TV 4 Bezel-Less 43 Inci, TV Android Rp3,8 Juta
Foto: (dok. CNNIndonesia.com/ Eka Santhika)

Salah satu indikasi lain untuk mengetes kualitas layar bisa dilihat dari kemampuan panel untuk menampilkan warna hitam. Jika layar bisa menghasilkan warna hitam pekat, itu menjadi penanda tv punya kualitas dan referensi warna yang luas. Misal seperti tampak pada layar OLED. 

Sementara pada tv ini, referensi warna yang dimiliki terbatas. Sehingga, detil gradasi warna perubahan warna dari hitam ke warna yang lebih cerah tidak tampil mulus (lihat gambar). Tanpa referensi warna yang luas, warna gradasi yang dihasilkan tampak terpatah-patah.

Xiaomi Mi TV 4 Bezeless smart tvContoh gradasi warna yang kurang mulus dari layar Xiaomi Mi TV 4 Bezel-less 43 inci kurang bisa menampilkan gradasi warna yang mulus ketika menampilkan perubahan warna dari gelap ke warna yang lebih cerah. Hasilnya perubahan warna tampak terpatah seperti tampak pada bagian latar tampilan muka Android TV ini. (dok. CNNIndonesia.com/ Eka Santhika)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Xiaomi Mi TV 4 Bezeless android smart tvGradasi warna yang terpatah-patah di layarXiaomi Mi TV 4 Bezeless (dok. CNNIndonesia.com/ Eka Santhika)

Bagi mereka yang terganggu dengan hal-hal detil semacam ini, sepertinya perlu mencari opsi lain. Hal ini mungkinterasa terganggu bagi mata penikmat layar yang jeli dengan detil warna pada layar. Namun, untuk penikmat menonton secara umum yang lebih mengutamakan fungsi ketimbang estetis, hal ini takterlalu mengganggu kenyamanan menonton.

Pengguna yang hanya butuh kenyamanan menonton smartTV, detil seperti ini tentu bukan sesuatu yang penting. Televisi ini tetap fungsional dengan tawaran harga terjangkau.

Kecerahan layar TV cukup baik, sehingga tetap memberikan gambar dengan warna yang cukup tajam. Namun, lantaran resolusi layar hanya FHD, tentu tak akan mampu memberikan detil yang baik ketika memainkan video dengan resolusi yang lebih tinggi. Selain itu, layar TV ini juga tidak dilengkapi dengan bahan untuk mengurangi pantulan cahaya.

Xiaomi Mi TV 4 Bezeless smart tv androidTampilan layar Xiaomi Mi TV 4 Bezeless  43 inci (dok. CNNIndonesia.com/ Eka Santhika)
Xiaomi Mi TV 4 Bezeless smart tv androidTampilan layar Xiaomi Mi TV 4 Bezeless 43 inci  (dok. CNNIndonesia.com/ Eka Santhika)
Xiaomi Mi TV 4 Bezeless smart tv android
Xiaomi Mi TV 4 Bezeless smart tv androidTampilan layar Xiaomi Mi TV 4 Bezeless 43 inci  (dok. CNNIndonesia.com/ Eka Santhika)
Xiaomi Mi TV 4 Bezeless smart tv android

Audio

Untuk audio, TV ini menggunakan dua speaker 2x10W dengan teknologi kompresi suara DTS_HD. Untuk menambah ketangguhan audio dengan speaker eksternal, tv ini sudah dilengkapi dengan beberapa port audio tambahan.

Dengan dua speaker, televisi ini memang sudah mendukung suara stereo. Sehingga, suara yang dihasilkan cukup lantang dan solid, berbeda dengan televisi dengan speaker mono yang akan terdengar lebih cempreng.

Meski demikian, kualitas suara yang dihasilkan tak terlalu istimewa. Jangan mengharapkan suara bas menggelegar akan keluar dari speaker televisi ini.

Suara treble pada beberapa kesempatan juga terdengar pecah. Range suara yang bisa dilayani oleh speaker ini memang tak terlalu luas, namun cukup memadai.

Fitur dan antarmuka

Xiaomi menyediakan dua antarmuka bagi pengguna, pertama tampilan bawaan dari Android TV dan kedua antarmuka yang mereka sediakan sendiri yang dinamakan Patch Wall.Pengguna bisa memilih untuk menggunakan tampilan antarmuka asli bawaan Android TV atau Patch Wall sebagai default.

Secara umum, keduanya hanya berbeda dari segi penyusunan konten. Pada Patch Wall, pengguna mendapat susunan konten yang kebanyakan adalah pilihan film dari beberapa aplikasi yang sudah menjadi rekanan Xiaomi seperti CatchPlay, Vidio, dan lainnya.

Pengguna juga bisa langsung mengklik saluran tv lokal tanpa membuka aplikasi lain untuk melakukan streaming siaran tv seperti Trans TV, SCTV, Indosiar, dan lainnya.

Xiaomi Mi TV 4 Bezeless smart tv androidTampilan antarmuka Patch Wall di Xiaomi Mi TV 4 Bezeless smart TV Android (dok. CNNIndonesia.com/ Eka Santhika)

Pengguna juga mendapat rekomendasi beberapa film premium gratis yang disediakan oleh aplikasi yang bekerjasama dengan Xiaomi.

Sementara pada antarmuka Android TV, pengguna bisa mengatur aplikasi apa saja yang ingin ditampilkan di layar depan.

Aplikasi-aplikasi yang dipilih untuk tampil di layar depan ini lantas akan menampilkan beberapa program pilihan kepada pengguna.

Xiaomi Mi TV 4 Bezeless smart tvTampilan antarmuka Android TV bawaan Xiaomi Mi TV 4 Bezeless Smart TV (dok. CNNIndonesia.com/ Eka Santhika)

Pada jajaran paling atas, pengguna juga bisa memilih jalan pintas untuk aplikasi-aplikasi favorit. Sayang, beberapa aplikasi bawaan yang tak terpakai tak bisa dihapus, seperti Google Play Movies & TV misalnya.

Pada generasi Mi TV sebelumnya, sempat dikeluhkan waktu loading Mi TV 4 yang agak lama. Namun, hal ini tidak dirasakan pada seri Bezel-less. TV menyala responsif, bahkan pengguna bisa langsung melanjutkan tontonan yang belum selesai disaksikan saat TV dimatikan.

Hal ini dimungkinkan dengan fitur Quick Wake yang dijanjikan bisa melanjutkan tontonan dalam waktu kurang dari 5 detik. Setidaknya, hal ini sesuai dengan janji Xiaomi.



[Gambas:Video CNN]
Jakarta, CNN Indonesia --

Xiaomi menghadirkan seri tv dengan bezel yang sangat tipis pada awal Januari tahun ini di Indonesia, Mi TV 4 Bezeless, yang dilego Rp3,8 juta (Rp3.799.000). 

Sebelumnya, produk ini sudah diumumkan sejak pertengahan Desember 2020. Seri Bezeless ini terdiri dari tiga varian lebar layar berbeda, mulai dari 32 inci, 43 inci, dan 55 inci.

Selain ukuran layar, ketiganya juga berbeda dari segi resolusi layar. Untuk Mi TV 4 Bezeless 32 inci, menggunakan layar HD (1366x768). Untuk layar 43 inci menggunakan FHD (1920x1080).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara untuk 55 inci punya spesifikasi paling premium. Layar sudah menggunakan resolusi 4K (3840x2160) Quantum Dot Display dengan Dolby Vision dam HDR 10+. Speaker yang disematkan dua unit audio power 15W dengan unit berupa 2 tweeter dan 4 Bass-middle range.

Selain seri bezeless, sebelumnya Xiaomi juga sempat mengeluarkan seri Mi TV 4 dan 4A. Perbedaan mencolok seri Bezeless dari dua tipe sebelumnya, tentu tampak dari desain, layar, audio, dan jumlah port yang disediakan.

Seperti namanya yang berarti tanpa pinggiran, Mi 4 Bezeless hanya menggunakan pinggiran tipis pada bingkai. Bezel sendiri adalah pinggiran bodi yang menahan sampul kaca pada layar televisi atau layar ponsel. Imbasnya, rasio layar dan bodi (screen to body ratio/ STB) naik menjadi 95 persen.

Faktor pembeda lain yang ikonik adalah bagian bawah televisi berwarna abu-abu. Bagian ini dirancang dengan pinggiran lebih tebal dari tiga sisi lain.

Sementara spesifikasi lain seperti prosesor dan panel yang digunakan, serupa dengan Mi 4 dan 4A.

Kali ini CNNIndonesia.com berkesempatan untuk menjajal Mi TV 4 Bezeless 43 inci.

Xiaomi Mi TV 4 Bezeless smart tvBezel tipis Xiaomi Mi TV 4 Bezeless, mendongkrak tampilan tv jadi tampak lebih modern (dok. CNNIndonesia.com/ Eka Santhika)
Xiaomi Mi TV 4 Bezeless smart tvBagian bawah Xiaomi Mi TV 4 Bezeless dilengkapi dengan sensor inframerah untuk berkomunikasi dengan remote. Tampak batas bezel pada layar yang sangat tipis, menunjang tampilan layar jadi lebih lega. (dok. CNNIndonesia.com/ Eka Santhika)

Layar

Layar LED dengan resolusi FHD, televisi ini menyajikan gambar yang cukup tajam. Produksi detil dan kedalaman warna layar Mi TV 4 Bezeless cukup oke walau kurang detil. Sehingga, gradasi warna pada gambar tak bisa tampil mulus, tapi terpatah-patah.

Hal ini diperkirakan lantaran keterbatasan data warna pada jenis panel yang ditanam pada TV ini. Sebab, jenis panel yang digunakan akan memengaruhi seberapa bagus layar bisa memproduksi warna yang akurat.

Kemampuan mereproduksi warna juga berpengaruh pada kemampuan layar memberikan detil warna yang lebih tepat ketika menampilkan gambar beserta efeknya.

Misal, ketepatan warna yang ditampilkan ketika menampilkan gradasi warna langit pada sore hari. Misal, pada layar 8-bit, detil gradasi warna yang timbul tak akan seindah dan tampil nyata seperti pada layar 10-bit. Sebab, banyak informasi warna yang tak dimiliki panel 8-bit agar bisa mendefinisikan gradasi warna lebih baik. Namun, Xiaomi sendiri tidak memberikan keterangan lebih detil tentang data panel yang digunakan.

Tekstur juga akan tampil lebih baik pada layar dengan bit lebih besar. Misal terang gelap detil bahan pakaian atau video rimbun pepohonan di hutan yang diambil dari ketinggian. Detil terang gelap pada serat pakaian dan pohon-pohon yang menjulang di hutan, bakal lebih jelas terlihat pada layar 10-bit ketimbang 8-bit.

Kualitas Layar dan Kemampuan Audio Xiaomi Mi TV 4 Bezel-less 43 inci

Foto: (dok. CNNIndonesia.com/ Eka Santhika)

Salah satu indikasi lain untuk mengetes kualitas layar bisa dilihat dari kemampuan panel untuk menampilkan warna hitam. Jika layar bisa menghasilkan warna hitam pekat, itu menjadi penanda tv punya kualitas dan referensi warna yang luas. Misal seperti tampak pada layar OLED. 

Sementara pada tv ini, referensi warna yang dimiliki terbatas. Sehingga, detil gradasi warna perubahan warna dari hitam ke warna yang lebih cerah tidak tampil mulus (lihat gambar). Tanpa referensi warna yang luas, warna gradasi yang dihasilkan tampak terpatah-patah.

Xiaomi Mi TV 4 Bezeless smart tvContoh gradasi warna yang kurang mulus dari layar Xiaomi Mi TV 4 Bezel-less 43 inci kurang bisa menampilkan gradasi warna yang mulus ketika menampilkan perubahan warna dari gelap ke warna yang lebih cerah. Hasilnya perubahan warna tampak terpatah seperti tampak pada bagian latar tampilan muka Android TV ini. (dok. CNNIndonesia.com/ Eka Santhika)

Xiaomi Mi TV 4 Bezeless android smart tvGradasi warna yang terpatah-patah di layarXiaomi Mi TV 4 Bezeless (dok. CNNIndonesia.com/ Eka Santhika)

Bagi mereka yang terganggu dengan hal-hal detil semacam ini, sepertinya perlu mencari opsi lain. Hal ini mungkinterasa terganggu bagi mata penikmat layar yang jeli dengan detil warna pada layar. Namun, untuk penikmat menonton secara umum yang lebih mengutamakan fungsi ketimbang estetis, hal ini takterlalu mengganggu kenyamanan menonton.

Pengguna yang hanya butuh kenyamanan menonton smartTV, detil seperti ini tentu bukan sesuatu yang penting. Televisi ini tetap fungsional dengan tawaran harga terjangkau.

Kecerahan layar TV cukup baik, sehingga tetap memberikan gambar dengan warna yang cukup tajam. Namun, lantaran resolusi layar hanya FHD, tentu tak akan mampu memberikan detil yang baik ketika memainkan video dengan resolusi yang lebih tinggi. Selain itu, layar TV ini juga tidak dilengkapi dengan bahan untuk mengurangi pantulan cahaya.

Xiaomi Mi TV 4 Bezeless smart tv androidTampilan layar Xiaomi Mi TV 4 Bezeless  43 inci (dok. CNNIndonesia.com/ Eka Santhika)
Xiaomi Mi TV 4 Bezeless smart tv androidTampilan layar Xiaomi Mi TV 4 Bezeless 43 inci  (dok. CNNIndonesia.com/ Eka Santhika)
Xiaomi Mi TV 4 Bezeless smart tv android
Xiaomi Mi TV 4 Bezeless smart tv androidTampilan layar Xiaomi Mi TV 4 Bezeless 43 inci  (dok. CNNIndonesia.com/ Eka Santhika)
Xiaomi Mi TV 4 Bezeless smart tv android

Audio

Untuk audio, TV ini menggunakan dua speaker 2x10W dengan teknologi kompresi suara DTS_HD. Untuk menambah ketangguhan audio dengan speaker eksternal, tv ini sudah dilengkapi dengan beberapa port audio tambahan.

Dengan dua speaker, televisi ini memang sudah mendukung suara stereo. Sehingga, suara yang dihasilkan cukup lantang dan solid, berbeda dengan televisi dengan speaker mono yang akan terdengar lebih cempreng.

Meski demikian, kualitas suara yang dihasilkan tak terlalu istimewa. Jangan mengharapkan suara bas menggelegar akan keluar dari speaker televisi ini.

Suara treble pada beberapa kesempatan juga terdengar pecah. Range suara yang bisa dilayani oleh speaker ini memang tak terlalu luas, namun cukup memadai.

Fitur dan antarmuka

Xiaomi menyediakan dua antarmuka bagi pengguna, pertama tampilan bawaan dari Android TV dan kedua antarmuka yang mereka sediakan sendiri yang dinamakan Patch Wall.Pengguna bisa memilih untuk menggunakan tampilan antarmuka asli bawaan Android TV atau Patch Wall sebagai default.

Secara umum, keduanya hanya berbeda dari segi penyusunan konten. Pada Patch Wall, pengguna mendapat susunan konten yang kebanyakan adalah pilihan film dari beberapa aplikasi yang sudah menjadi rekanan Xiaomi seperti CatchPlay, Vidio, dan lainnya.

Pengguna juga bisa langsung mengklik saluran tv lokal tanpa membuka aplikasi lain untuk melakukan streaming siaran tv seperti Trans TV, SCTV, Indosiar, dan lainnya.

Xiaomi Mi TV 4 Bezeless smart tv androidTampilan antarmuka Patch Wall di Xiaomi Mi TV 4 Bezeless smart TV Android (dok. CNNIndonesia.com/ Eka Santhika)

Pengguna juga mendapat rekomendasi beberapa film premium gratis yang disediakan oleh aplikasi yang bekerjasama dengan Xiaomi.

Sementara pada antarmuka Android TV, pengguna bisa mengatur aplikasi apa saja yang ingin ditampilkan di layar depan.

Aplikasi-aplikasi yang dipilih untuk tampil di layar depan ini lantas akan menampilkan beberapa program pilihan kepada pengguna.

Xiaomi Mi TV 4 Bezeless smart tvTampilan antarmuka Android TV bawaan Xiaomi Mi TV 4 Bezeless Smart TV (dok. CNNIndonesia.com/ Eka Santhika)

Pada jajaran paling atas, pengguna juga bisa memilih jalan pintas untuk aplikasi-aplikasi favorit. Sayang, beberapa aplikasi bawaan yang tak terpakai tak bisa dihapus, seperti Google Play Movies & TV misalnya.

Pada generasi Mi TV sebelumnya, sempat dikeluhkan waktu loading Mi TV 4 yang agak lama. Namun, hal ini tidak dirasakan pada seri Bezel-less. TV menyala responsif, bahkan pengguna bisa langsung melanjutkan tontonan yang belum selesai disaksikan saat TV dimatikan.

Hal ini dimungkinkan dengan fitur Quick Wake yang dijanjikan bisa melanjutkan tontonan dalam waktu kurang dari 5 detik. Setidaknya, hal ini sesuai dengan janji Xiaomi.

Bodi, Fitur, dan Kesimpulan Xiaomi Mi TV 4 Bezel-less 43 inci BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2 3