Pakar Siber Buka Suara soal Penipuan WhatsApp Pakai OTP India

CNN Indonesia | Rabu, 10/02/2021 16:36 WIB
Pakar respons modus penipuan baru Whatsapp yang meminta enam digit kode One Time Password (OTP) dikirim menggunakan huruf India. Ilustrasi WhatsApp. (istockphoto/ gilaxia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Muncul modus penipuan baru Whatsapp yang menyiasati pengguna di Indonesia agar memberikan enam digit kode One Time Password (OTP) yang dikirim menggunakan huruf India.

Cara-cara ini menunjukkan, modus phishing (penipuan online) untuk meminta kode OTP masih terus berlangsung.

Pengamat keamanan siber dari Vaksin.com Alfons Tanujaya mengatakan mengirimkan OTP dengan bahasa asing terbilang mudah dilakukan. Pengguna hanya menginstal WhatsApp di ponsel dengan menggunakan bahasa Asing.


"Otomatis dia (WhatsApp) akan mengirimkan komunikasi SMS dalam bahasa India," jelasnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (10/2).

Ia kembali menegaskan, kode OTP yang dikirimkan baik melalui SMS atau pesan WhatsApp hanya diketahui oleh pengguna pribadi saja, tidak untuk diberikan kepada pihak manapun.

Alfons menyarankan para pengguna WhatsApp untuk mengaktifkan fitur Two Step Verification, agar mencegah pengambilalihan akun oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ia menjelaskan, melalui cara ini pihak yang ingin mengambil alih akun WhatsApp akan dipertemukan dengan kombinasi angka sebelum mengakses akun pengguna.

"Langkah ini tidak mencegah mengambil account, tapi penjahat tidak dapat mengakses pengambil ini karena dilindungi dengan verifikasi lapis kedua seperti memasukkan pin ATM," pungkasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kelalaian dengan cara mengirimkan nomor OTP itu dapat menyebabkan beberapa kerugian. Pertama, penjahat siber dapat memperoleh database yang ada di kontak pengguna.

Kedua, penjahat siber dapat menggunakan akun Anda untuk pura-pura meminjam uang. Ketiga, penjahat dapat melihat history pesan dan file yang ada di pesan obrolan.

Menurutnya, cara ini bisa menjadi rantai kejahatan yang dapat mensasar lebih banyak pengguna lain.

"Lingkaran ini bisa mensasar pengguna lain dengan mudah. Tinggal kirim pesan tipuan saja ke semua kontak, lalu dia akan dapat korban-korban selanjutnya," katanya.

Alfons menambahkan, pengguna yang melakukan verifikasi akun lainnya dengan cara mengirimkan OTP ke pesan WhatsApp juga berpotensi diretas. Maka, menurutnya penting untuk mengaktifkan Two Step Verification.

(can/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK