BMKG Ungkap Penyebab Hujan Lebat Guyur Jakarta Hari Ini

CNN Indonesia | Jumat, 19/02/2021 12:56 WIB
BMKG mengungkapkan beberapa faktor meteorologis hujan lebat hingga sangat lebat yang membuat banjir di beberapa wilayah DKI Jakarta. Ilustrasi hujan lebat di Jakarta. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peneliti Cuaca dan Iklim Ekstrim BMKG, Siswanto mengungkapkan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di DKI Jakarta Jumat (19/2) dini hari diakibatkan oleh beberapa faktor. Di antaranya penguatan aliran monsun Asia hingga aktifnya fenomena La Nina.

"Beberapa aspek meteorologis yang memicu kejadian hujan dini hari tadi adalah interaksi beberapa fenomena cuaca dan iklim," ujar Siswanto melalui keterangan tertulis (19/2).

Pertama, kata dia terjadi penguatan aliran monsun Asia ditandai oleh kuatnya vektor angin barat laut lintas ekuator yang membawa masa uap air berlimpah dari Selat Karimata menuju Jakarta dan Jawa.


"Ini sebenarnya variasi yang umum dapat terjadi pada puncak musim hujan pada periode Januari - Februari seperti ini," katanya.

Kedua, menurut Siswanto hadirnya aktivitas gelombang atmosfer ekuatorial yaitu perpaduan gelombang rossby dan kelvin yang aktif berada di atas wilayah Indonesia barat bagian selatan serta kecenderungan berkembangnya sistem tekanan rendah di selatan Jawa Barat di minggu ini.

Hal ini kata dia, sedikit banyak mempengaruhi dinamika di Jabodetabek. Pengaruhnya tampak pada evolusi perkembangan awan2 hujan yang secara umum mengkluster dengan awan-awan yang terbentuk di Samudera Hindia barat Sumatera.

Ketiga, Siswanto menjelaskan aktifnya La Nina di bulan Februari ini menjadi latar yang mempengaruhi perkembangan dinamika cuaca dan iklim di wilayah Indonesia, termasuk Jabodetabek.

Menurutnya, aktifnya La Nina disebut sudah diketahui dampaknya pada peningkatan potensi total curah hujan kumulatif bulanan dan potensi curah hujan ekstrim di beberapa wilayah di Indonesia.

Sebelumnya, Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer LAPAN dan BMKG memberi penjelasan penyebab hujan ekstrem yang disebut akan mencapai puncaknya pada hari ini.

Menurut Peneliti PSTA LAPAN Erma Yulihastin, perubahan cuaca berupa hujan ekstrem akan terjadi di Jakarta dan sekitarnya akan terjadi sejak 18-20 Februari 2020.

"Dari hasil prediksi, terutama besok itu extend sampai ke timur, bahkan sampai ke Jawa Tengah pukul 06.00 di pesisir Jateng (Jawa Tengah) kena juga imbasnya. Artinya lagi-lagi tidak biasa, makanya disebut ekstrem," ujar Erma kepada CNNIndonesia.com, Kamis (18/2).

Cuaca ekstrem ini disebabkan oleh modulasi atau peningkatan signifikan curah hujan yang terjadi secara 'agak mendadak' atau tiba-tiba.

"Sekarang ada peningkatan secara signifikan. Itu yang disebut modulasi curah hujan," ujar Erma.

Sementara, beberapa hari sebelum cuaca ekstrem muncul, terdapat fase kering atau hujan masih dalam intensitas ringan hingga sedang.

(can/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK