BMKG Sebut Fenomena di Lampung Sebagai Gempa Kembar

CNN Indonesia | Senin, 15/02/2021 14:05 WIB
BMKG juga menjelaskan gempa kembar bisa terjadi karena dipicu gempa statis atau hanya kebetulan. Ilustrasi gempa. (Istockphoto/ Morrison1977)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua gempa tektonik magnitudo 5,3 dan 5,5 di Lampung yang terjadi hampir bersamaan pada Sabtu (13/2), yakni pukul 11.18.21 WIB dan 11.30.54 WIB, didefinisikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai gempa kembar (doublet earthquake).

Kepala bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan melalui keterangan tertulis pada Senin (15/2), gempa kembar adalah gempa bumi yang kekuatannya hampir sama dan terjadi dalam waktu serta lokasi pusat gempa yang relatif berdekatan.

Walau tidak menjelaskan secara langsung keterkaitan dua gempa di Lampung, Daryono memaparkan kemungkinan keterkaitan gempa kembar secara umum yakni disebabkan picuan statis.


"Fenomena gempa kembar diduga akibat adanya pemicuan gempa yang bersifat statis (static stress transfer) dari gempa yang sudah terjadi sebelumnya," tulis Daryono.

Transfer tegangan statis ini berkurang secara cepat terhadap jarak, sehingga gempa kembar dikatakan biasanya memiliki lokasi yang berdekatan. Salah satu contoh gempa kembar karena picuan statis ini disebut gempa Lombok pada 2018.

Penyebab gempa kembar lainnya disebut karena faktor kebetulan, di mana dua gempa yang terjadi memang bersumber dari masing-masing sumber gempa yang sama-sama 'sudah matang', karena sudah lama mengalami akumulasi medan tegangan maksimum.

Daryono mengimbau gempa kembar perlu diwaspadai jika sumbernya dekat pemukiman sebab disebut dampaknya sangat merusak. Bila terjadi di laut di kedalaman dangkal dikatakan berpotensi menimbulkan tsunami seperti pernah terjadi di barat Bengkulu pada 12 September 2007 dan di barat Aceh pada 11 April 2011.

"Ibarat gempa besar yang mengguncang sebanyak dua kali maka dampaknya akan semakin besar," ujarnya.

Terkait gempa kembar di selatan Lampung, hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa zona gempa di Samudra Hindia selatan Bengkulu dan Lampung sedang terjadi peningkatan aktivitas gempa selama 6 bulan terakhir. Gempa signifikan dengan magnitudo diatas 5,0 sudah terjadi sebanyak 14 kali sejak bulan November 2020.

Sebelumnya Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu sempat diguncang gempa dengan magnitudo 6,2 pada Rabu (10/2), yang diikuti gempa susulan sebanyak 11 kali. Hal ini disebut Daryono gempa signifikan yang terjadi di Bengkulu hingga Lampung semakin banyak.

"Meskipun segmen Megathrust Enggano sudah terjadi gempa besarnya pada tahun 2000, tetapi kita tidak boleh mengatakan segmen selatan Bengkulu - Lampung ini aman seratus persen," tutupnya.

(can/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK