Target Produksi Mobil dan Motor Listrik 2 Juta Unit pada 2025

CNN Indonesia | Selasa, 23/02/2021 09:57 WIB
Lebih dari 2 juta unit kendaraan elektrifikasi, terdiri dari 400 ribu unit roda empat dan 1,76 juta unit roda dua, ditargetkan bisa diproduksi pada 2025. Ilustrasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjelaskan pemerintah menargetkan produksi kendaraan elektrifikasi, termasuk listrik murni dan hybrid, untuk jenis roda empat dan roda dua, bisa lebih dari 2 juta unit pada 2025. Kemenperin merinci target itu terdiri dari 400 ribu unit roda empat dan 1,76 juta unit roda dua.

"Pemerintah telah menetapkan target bahwa pada tahun 2025 produksi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) mencapai 400 ribu unit untuk roda empat dan 1,76 juta unit roda dua," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin, Taufiek Bawazier, dalam siaran resmi, (18/2).

Tauefik juga menjelaskan pada 2030 produksi juga ditargetkan meningkat menjadi 600 ribu roda empat dan 2,45 juta unit roda dua.


Target produksi kendaraan elektrifikasi itu dikatakan menyesuaikan target pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada 2030. Selain itu disebut juga hal ini berkaitan untuk menjadikan Indonesia salah satu produsen utama otomotif dunia.

Dukungan untuk otomotif

Pemerintah sudah mengeluarkan aturan untuk mempercepat pembuatan ekosistem kendaraan elektrifikasi, yakni Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019. Selain itu Kemenperin juga sudah menerbitkan peta jalan perkembangan masa depan industri otomotif dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 Tahun 2020 dan kebijakan terkait perakitan kendaraan elektrifikasi dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 28 Tahun 2020.

Semasa pandemi Covid-19 yang efeknya telah menjungkalkan produksi dan penjualan kendaraan di dalam negeri, pemerintah bakal membantu dengan mengeluarkan kebijakan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Relaksasi ini diberikan untuk mobil baru jenis sedan dan 4x2 dengan mesin di bawah 1.500 cc selama sembilan bulan secara bertahap.

Keringanan PPnBM itu juga didukung kebijakan Bank Indonesia yang bakal memberlakukan DP nol persen untuk pembelian kendaraan baru.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melalui keterangan resmi, (19/2), mengatakan industri otomotif adalah salah satu sektor andalan Indonesia yang sudah menyumbang banyak investasi. Perusahaan kendaraan roda empat yang ada di dalam negeri sejauh ini dikatakan sudah berinvetasi sebesar Rp99,16 triliun.

"Sektor ini telah menyumbangkan nilai investasi sebesar Rp99,16 triliun dengan total kapasitas produksi mencapai 2,35 juta unit per tahun dan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 38,39 ribu orang," kata Agus.

Agus juga menyampaikan investasi dari roda dua telah menyentuh Rp10,05 triliun dengan kapasitas produksi 9,53 juta unit per tahun dan sudah mempekerjakan 32 ribu orang.

(fea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK