TIPS OTOMOTIF

4 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Motor Terjang Banjir

CNN Indonesia | Selasa, 23/02/2021 14:22 WIB
Sebelum nekat menerjang banjir perhatikan dulu posisi knalpot dan saringan udara, dua komponen ini kemungkinan bisa membuat mesin mati saat kemasukan air. Pengendara mendorong sepeda motor menerobos banjir yang menggenangi jalan raya Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (16/2/2021). (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
Jakarta, CNN Indonesia --

Nekat melintasi banjir menggunakan sepeda motor bukan cuma berisiko membahayakan keselamatan tetapi juga kesehatan mesin. Hal ini terkadang masih dilakukan karena satu dan lain hal, namun perlu dipahami ada batas toleransinya.

Perlu dipahami saat melintasi banjir gerak berkendara jadi terbatas, sebab itu berbagai keputusan mesti dipikirkan matang sebelum melakukannya.

Situasi yang mesti jadi bahan pertimbangan misalnya seberapa tinggi genangan air, seberapa jauh perjalanan melintasi banjir, atau skenario menyelamatkan diri jika terjadi sesuatu yang riskan keselamatan.


Berikut tips dari Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) tentang berkendara melintasi banjir:

Perhatikan ketinggian air

Jika air banjir sudah melebihi mulut knalpot atau saringan udara, maka sebaiknya tidak melewati jalan tersebut. Perlu dipahami posisi saringan udara pada setiap jenis sepeda motor berbeda, misalnya pada motor bebek atau sport posisinya di depan mesin sedangkan pada matic posisinya bisa di samping dekat CVT.

Selain itu pesepeda motor juga direkomendasikan mengawasi kemungkinan ada lubang dan selokan di jalan yang tertutup genangan air.

Gas konstan

Saat melintasi banjir, bukaan gas motor disarankan konstan. Membuka tutup gas berpotensi membuat air terisap masuk ke ruang knalpot yang dikatakan bisa membuat mesin mati mendadak.

Saat mesin mati

Jika mesin motor sampai mati karena melewati banjir, jangan langsung starter atau menghidupkan motor karena ada kemungkinan air sudah menyusup ke ruang pembakaran di dalam mesin. Bila motor dipaksa menyala dalam kondisi water hammer seperti itu ada potensi membengkokkan setang piston.

YIMM merekomendasikan melepas busi terlebih dahulu lalu mengecek saringan udara untuk memastikan tidak terdapat air. Setelah dibersihkan kemudian pasang lagi komponen itu kemudian bisa dicoba menyalakan mesin untuk mengeluarkan air di ruang bakar.

Bawa ke bengkel

Jika belum yakin dan masih bermasalah, motor direkomendasikan dibawa ke bengkel terdekat dengan melakukan sejumlah perawatan, salah satunya kuras oli. Saat oli tercampur air warnanya berubah seperti putih susu, maka sebaiknya diganti baru.

Perhatikan juga komponen kelistrikan, jika terdapat yang basah segera keringkan. Terakhir, cuci sepeda motor untuk menghindari lumpur atau kotoran yang menempel pada motor.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK