Head of Large Customer Marketing Google Indonesia, Muriel Makarim mengatakan laporan tersebut merupakan panduan bagi marketers untuk lebih mengerti apa yang dipikirkan konsumen di Indonesia.
"Laporan ini menjadi seperti buku panduan bagi para marketers untuk lebih mengerti apa yang dipikirkan konsumen Indonesia," ujar Muriel dalam webinar, Selasa (23/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muriel menuturkan pihaknya menemukan trend baru yang sebelumnya tidak pernah terlihat pada tahun sebelumnya. Perubahan itu terjadi akibat orang online dan berada di rumah akibat pandemi Covid-19. Banyaknya orang yang online, kata dia terefleksikan dengan meningkatnya pencarian di Google Search.
Salah satu kata kunci yang meningkat cukup signifikan adalah 'ikan cupang'. Google mencatat trend pencarian kata kunci itu meningkat hingga 110 persen.
Pembatasan sosial dan karantina wilayah yang telah menjadi gaya hidup baru membuat semua orang mencari cara kreatif untuk menghabiskan waktu berharga bersama teman dan keluarga di rumah, serta mencari sahabat baru untuk menghabiskan lebih banyak waktu di rumah.
Kemudian, minat terhadap makanan Korea juga diketahui mengalami peningkatan pesat. Misalnya, pencarian terhadap 'dalgona coffee' mencapai 600 persen. Kemudian 'japchae' sebanyak 90 persen dan 'jajangmyeon' sebesar 30 persen.
'Tahukah Anda? Google menyampaikan penelusuran 'korean garlic bread', yang diketahui berasal dari Kota Gangneung di Provinsi Gangwon dan sebenarnya merupakan makanan jalanan, tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan di Indonesia," kata Google dalam laporan.
Sementara terkait pencarian 'drama korea', kata Google juga meningkat hingga 130 persen. Peningkatan pencarian kata kunci itu dinilai sejalan dengan kesukaan orang Indonesia terhadap YouTube.
Kata kunci lain yang mengalami peningkatan siginifikan adalah 'motor racing. Google mencatat tren pencarian kata kunci itu meningkat hingga 115 persen. Sedangkan 'mobil racing' hingga 35 persen.
Peningkatan pencarian itu seolah menunjukkan bahwa segmen tertentu di industri otomotif pulih lebih cepat.
Kemudian, Google Indonesia menyatakan masyarakat Indonesia semakin memperhatikan dampak kebiasaan mereka terhadap lingkungan. Hal itu tampak dari peningkatan penelusuran 'reusable cup' dari tahun ke tahun, di tengah besarnya kekhawatiran terhadap jumlah plastik sekali pakai di Indonesia.
Google juga menyampaikan terjadi lonjakan sebesar 150 persen terkait kata kunci 'menyumbangkan' dan 200 persen terhadap kata kunci 'paket sembako'.
Berikut beberapa kata kunci yang meningkat berdasarkan tema:
vacuum robot (80 persen) oven terbaik (145 persen) kulkas terbaik (315 persen) laptop untuk sekolah (315 persen) headphone anak (140 persen) elearning (180 persen) smart scale (225 persen)
Transportasi
drive thru (140 persen) modifikasi motor atau modifikasi mobil (70 persen) skuter listrik (365 persen) motor racing (115 persen) vespa matic (70 persen)
Pariwisata
pulau natuna (200 persen) curug malela (330 persen) staycation (220 persen) museum virtual (350 persen)
Dalam keterangnnya, Google melaporkan bahwa semua data Google Search yang disertakan dalam laporan berasal dari Google Trends sejak 1 November 2019 hingga 31 Oktober 2020 versus 1 November 2018 hingga 31 Oktober 2019.
Head of Large Customer Marketing Google Indonesia, Muriel Makarim mengatakan laporan tersebut merupakan panduan bagi marketers untuk lebih mengerti apa yang dipikirkan konsumen di Indonesia.
"Laporan ini menjadi seperti buku panduan bagi para marketers untuk lebih mengerti apa yang dipikirkan konsumen Indonesia," ujar Muriel dalam webinar, Selasa (23/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muriel menuturkan pihaknya menemukan trend baru yang sebelumnya tidak pernah terlihat pada tahun sebelumnya. Perubahan itu terjadi akibat orang online dan berada di rumah akibat pandemi Covid-19. Banyaknya orang yang online, kata dia terefleksikan dengan meningkatnya pencarian di Google Search.
Salah satu kata kunci yang meningkat cukup signifikan adalah 'ikan cupang'. Google mencatat trend pencarian kata kunci itu meningkat hingga 110 persen.
Pembatasan sosial dan karantina wilayah yang telah menjadi gaya hidup baru membuat semua orang mencari cara kreatif untuk menghabiskan waktu berharga bersama teman dan keluarga di rumah, serta mencari sahabat baru untuk menghabiskan lebih banyak waktu di rumah.
Kemudian, minat terhadap makanan Korea juga diketahui mengalami peningkatan pesat. Misalnya, pencarian terhadap 'dalgona coffee' mencapai 600 persen. Kemudian 'japchae' sebanyak 90 persen dan 'jajangmyeon' sebesar 30 persen.
'Tahukah Anda? Google menyampaikan penelusuran 'korean garlic bread', yang diketahui berasal dari Kota Gangneung di Provinsi Gangwon dan sebenarnya merupakan makanan jalanan, tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan di Indonesia," kata Google dalam laporan.
Sementara terkait pencarian 'drama korea', kata Google juga meningkat hingga 130 persen. Peningkatan pencarian kata kunci itu dinilai sejalan dengan kesukaan orang Indonesia terhadap YouTube.
Kata kunci lain yang mengalami peningkatan siginifikan adalah 'motor racing. Google mencatat tren pencarian kata kunci itu meningkat hingga 115 persen. Sedangkan 'mobil racing' hingga 35 persen.
Peningkatan pencarian itu seolah menunjukkan bahwa segmen tertentu di industri otomotif pulih lebih cepat.
Kemudian, Google Indonesia menyatakan masyarakat Indonesia semakin memperhatikan dampak kebiasaan mereka terhadap lingkungan. Hal itu tampak dari peningkatan penelusuran 'reusable cup' dari tahun ke tahun, di tengah besarnya kekhawatiran terhadap jumlah plastik sekali pakai di Indonesia.
Google juga menyampaikan terjadi lonjakan sebesar 150 persen terkait kata kunci 'menyumbangkan' dan 200 persen terhadap kata kunci 'paket sembako'.
Berikut beberapa kata kunci yang meningkat berdasarkan tema:
vacuum robot (80 persen) oven terbaik (145 persen) kulkas terbaik (315 persen) laptop untuk sekolah (315 persen) headphone anak (140 persen) elearning (180 persen) smart scale (225 persen)
Transportasi
drive thru (140 persen) modifikasi motor atau modifikasi mobil (70 persen) skuter listrik (365 persen) motor racing (115 persen) vespa matic (70 persen)
Pariwisata
pulau natuna (200 persen) curug malela (330 persen) staycation (220 persen) museum virtual (350 persen)
Dalam keterangnnya, Google melaporkan bahwa semua data Google Search yang disertakan dalam laporan berasal dari Google Trends sejak 1 November 2019 hingga 31 Oktober 2020 versus 1 November 2018 hingga 31 Oktober 2019.