Ditagih Publikasi Ilmiah, Penemu GeNose Minta Tunggu

eks, CNN Indonesia | Rabu, 24/02/2021 09:35 WIB
Ahli tagih publikasi ilmiah GeNose yang kini dipakai juga di bandara dan pelabuhan, penemu minta tunggu karena kajian masih berjalan. Ilustrasi. Penemu GeNose Kuwat Triyana minta tunggu publikasi ketika ditagih hasil kajian ilmiah alat tes Covid-19 itu oleh epidemiolog (CNN Indonesia/ Chandra Erlangga)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kuwat Triyana, Pembuat GeNose dari Fakultas MIPA, Universitas Gajah Mada (UGM) menyebut publikasi kajian ilmiah GeNose yang digunakan untuk tes Covid-19 masih berjalan.

Sebelumnya, Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI),Pandu Riono menagih hasil kajian ilmiah GeNose yang tak kunjung dipublikasikan.

"Ditunggu saja, kita belum istirahat," tulisnya saat dihubungi lewat pesan teks, Rabu (24/2).


Namun, ia belum menjawab lebih lanjut ketika ditanya perkiraan kapan publikasi keluar.

Terkait dengan hasil studi efektivitas GeNose yang telah dipakai bagi penumpang kereta api. Kuwat menyebut tak memegang data tersebut dan harus dikonfirmasi kepada PT KAI.

Pandu mengingatkan soal publikasi kajian ilmiah GeNose agar penggunaan alat itu bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

"Beliau banyak janji sebelum dipakai secara luas, agar bisa dipertanggungjawabkan aspek keilmuan dan kemanfaatannya," katanya kepada CNNIndonesia.

Lebih lanjut menurut Pandu, sebelumnya GeNose sudah sempat dipublikasikan secara terbatas sebagai bahan evaluasi Kementerian Kesehatan untuk izin penggunaan GeNose di stasiun.

Namun, menurutnya banyak hal yang harus diperbaiki dalam laporan tersebut.

"Tidak jelas, laporan final uji yang lalu banyak salah. Belum diperbaiki," tuturnya lagi.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai koreksi yang harus dilakukan pada laporan itu, menurut Pandu GeNose masih harus melanjutkan uji validasi.

"Laporan yg ada belum cukup membuktikan bahwa alat tersebut cukup akurat untuk screening," ujarnya.

Hal ini diungkap Pandu, menanggapi kebijakan Kementerian Perhubungan yang menyiapkan penerapan GeNose pada transportasi laut dan udara selain di stasiun.

Lantaran minim publikasi ilmiah, Pandu mengkritik kebijakan GeNose yang digunakan di stasiun, bandara, dan pelabuhan diterapkan atas dasar motif ekonomi.

"Ya kalau dipakai juga gak ada manfaatnya untuk pencegahan penularan, dan itu bukan niatnya pemerintah tapi meningkatkan penggunaan moda transportasi udara, hanya motif ekonomi," tandasnya.

Padahal menurut Pandu, pemerintah mestinya belajar dari kesalahan kebijakan tahun lalu di sektor transportasi.

Saat itu menurutnya pengetesan menggunakan rapid test antibodi yang tak akurat membuat penularan terus terjadi.

GeNose rencananya akan mulai diterapkan di Pelabuhan Tanjung Priok akhir April ini secara acak (random). Sementara, untuk sektor udara atau pesawat akan mulai diterapkan pada 1 April 2021 mendatang.

(eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK