Jokowi Minta Palapa Ring Jangan Mandeg, Harus Sampai ke Warga

CNN Indonesia
Jumat, 26 Feb 2021 12:25 WIB
Presiden Jokowi meminta agar pemanfaatan Palapa Ring jangan mandeg, tapi harus bisa sampai ke rumah warga agar bisa dimanfaatkan. Presiden Joko Widodo minta Palapa Ring jangan mandeg, harus sampai ke rumah-rumah (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menkominfo Johnny G Plate agar infrastruktur kabel optik Palapa Ring yang sudah dibangun, bisa dinikmati hingga ke rumah-rumah warga.

Hal ini menjadi catatan Presiden terkait dengan kondisi konektivitas digital di Indonesia. Sehingga, Palapa Ring tidak sebatas jaringan backbone saja, tapi bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Saya minta kepada Menkominfo untuk memastikan agar Palapa Ring tidak berhenti sebagai backbone saja, tetapi tersambung sampai ke rumah tangga," ujar Jokowi dalam acara peluncuruan Program Konektivitas Digital 2021 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (26/2).


Jokowi meminta penggunaan Palapa Ring jangan hanya mencapai 50 persen. Bahkan, berdasarkan data yang dimiliki, utilitas Palapa Ring di wilayah Indonesia Tengah dan Timur masih hanya di angka 20 persen.

"Ini harus digenjot terus," tegasnya.

Menurut Jokowi, peningkatan pemanfaatan Palapa Ring diperlukan agar investasi dalam jumlah besar dalam proyek itu bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat. Selain itu, pemanfaatan Palapa Ring sangat diperlukan di tengah situasi pandemi Covid-19.

Jokowi mengklaim pemerintah telah bekerja keras membangun konektivitas nasional dalam lima tahun terakhir. Misalnya, dia berkata pemerintah membangun tol laut, jaringan rel kereta api, jalan tol, jalan perbatasan, bandara, dan pelabuhan.

Selain itu, Jokowi menyampaikan pemerintah membangun konektivitas digital yang menghubungkan seluruh pelosok Nusantara melalui tol langit.

Jokowi menuturkan pembangunan konektivitas di berbagai sektor bukan hanya untuk kepentingan ekonomi. Dia menyatakan pembangunan itu untuk merangkai negara Indonesia yang terdiri dari banyak pulau.

Dengan adanya pembangunan konektivitas, dia menilai sejumlah hal akan berjalan lebih cepat. Misalnya, pelayanan pendidikan, kesehatan, hingga mendukung sinergi budaya nusantara dan memperkokoh kesatuan.

Pembangunan konektivitas dan talenta digital, kata Jokowi sudah dilakukan lewat beberapa program, seperti penyediaan satelit multifungsi pemerintah (SATRIA), pembangunan menara BTS, program beasiswa, hingga gerakan nasional literasi digital.

Selain itu, Jokowi meminta agar Indonesia tidak menjadi korban praktik tidak adil dari raksasa internet dunia.

Namun, ia pun tak ingin menerapkan proteksionisme yang dinilai bakal merugikan. Sebab, menurutnya tranformasi digital harus menjadi solusi yang menguntungkan semua pihak.

"Kita bukan bangsa yang menyukai proteksionisme, bukan. Karena sejarah membuktikan proteksionisme justru merugikan. Tetapi, kita juga tidak boleh menjadi korban unfair practices (praktek tak adil) dari raksasa digital dunia," ujarnya.

Sehingga, ia berharap program Konektivitas 2021 menjadi momentum penting yang bisa menghubungkan bangsa Indonesia dengan teknologi baru, pola pikir baru, kesempatan bisnis global baru, dan dengan masa depan baru menuju Indonesia maju.

"Kita harus memastikan transformasi digital jangan hanya menguntungkan pihak luar," ujar Jokowi.

Jokowi menambahkan konektivitas digital harus tetap berpegang teguh pada kedaulatan bangsa di tengah globalisasi dan persaingan global.

(jps/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER