Aman, Mobil Listrik Menhub dan Ridwan Kamil Tak Perlu Recall

CNN Indonesia | Sabtu, 27/02/2021 12:28 WIB
Hyundai akan melakukan recall global meliputi mobil listrik Ioniq dan Kona, namun disebut dampak hal ini tidak melibatkan mobil yang dijual di dalam negeri. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menunjukkan mobil listrik saat diluncurkan sebagai kendaraan dinas Kementerian Perhubungan di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (16/12/2020). (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hyundai Motors Indonesia (HMID) memastikan mobil listrik yang dijual di Indonesia, termasuk Ioniq Electric yang digunakan jadi mobil dinas Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, tidak terlibat rencana recall prinsipal terkait potensi masalah baterai pemicu kebakaran.

Hyundai telah diberitakan ingin melakukan recall pada lebih dari 82 ribu kendaraan listrik yang meliputi Ioniq Electric, Kona Electric, dan bus Elec City. Semua unit yang terlibat diproduksi November 2017 sampai Maret 2020.

[Gambas:Instagram]


HMID telah meluncurkan Ioniq Electric dan Kona Electric pada November 2020, hingga sekarang mobil listrik ini diketahui sudah digunakan berbagai instansi pemerintahan. Selain jadi mobil dinas Budi dan Ridwan, Kona Electric juga dipakai sebagai mobil patroli kepolisian di Jawa Barat.

"Ya tidak ada masalah," kata Makmur, Managing Director HMID, menjelaskan status recall Ioniq Electric dan Kona Electric di Indonesia, Jumat (26/2).

Makmur menambahkan perusahaan telah berkoordinasi dengan tim global Hyundai untuk memastikan mobil listrik yang dijual di Indonesia tidak terlibat recall.

"Kami sudah berkoordinasi dengan tim global Hyundai, dan kami ingin menginformasikan bahwa unit yang tersedia di Indonesia termasuk yang sudah diterima oleh konsumen aman dan tidak termasuk yang harus di-recall," ungkap dia.

Recall global Hyundai karena masalah baterai meliputi penggantian seluruh baterai di mobil-mobil yang terlibat. Recall ini dilakukan usai perusahaan sedikitnya menerima 15 laporan kebakaran.

Laporan CNN menyebut recall ini membuat Hyundai akan mengeluarkan banyak dana dan hingga 1 triliun won Korea atau sekitar US$900 juta (Rp12,8 triliun).

Hyundai sampai saat ini masih melakukan penyelidikan atas penyebab pasti kebakaran, termasuk meneliti sel baterai buatan LG yang disebut berpotensi rusak hingga mengalami korsleting.

Merek asal Korea Selatan ini juga mengaku masih melakukan pembicaraan dengan pemasok baterai LG Energy Solutions untuk menentukan pihak mana yang akan bertanggung jawab atas biaya yang tidak sedikit tersebut.

(ryh/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK