Pemerintah Gratiskan Pajak Mobil Demi Geliat Industri

CNN Indonesia | Minggu, 28/02/2021 06:46 WIB
Pemerintah memangkas  Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) demi menjaga daya beli masyarakat dan dongkrak industri otomotif. Foto ilustrasi kendaraan roda empat. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi memberi diskon pengambilan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Keputusan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20/PMK.010/2021 tentang PPnBM atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Anggaran 2021.

Kebijakan tersebut diambil pemerintah guna mendongkrak industri kendaraan bermotor, dan meningkatkan daya beli masyarakat saat ini.

"Untuk meningkatkan daya beli masyarakat di sektor industri kendaraan bermotor guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, perlu diberikan dukungan pemerintah," bunyi beleid itu sebagaimana dikutip, Minggu (28/2).


Adapun besaran diskon pajak yang diberikan beragam tergantung pada masa terutang pajak. Pertama, ada pembebasan pajak mencapai 100 persen pembayaran PPnBM yang terutang pada Maret hingga Mei 2021.

Kemudian, untuk PPnBM yang terutang pada Juni sampai Agustus 2021 akan diberikan diskon menjadi 50 persen. Terakhir, untuk PPnBM yang terutang periode September sampai Desember 2021 diberikan diskon sebesar 25 persen.

Aturan ini ditetapkan pada 25 Februari 2021 oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Kemudian diundangkan pada 26 Februari 2021 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menindaklanjuti aturan itu, pemerintah pun telah merilis 21 daftar mobil yang akan mendapat keringanan PPnBM 0 persen yang akan berlaku pada Senin (1/3) mendatang. Hal itu tertuang melalui Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 169 Tahun 2021.

21 Daftar mobil yang pajaknya akan digratiskan itu berasal dari merk yang beragam, mulai dari Toyota Avanza hingga Wuling Confero.

Dalam Kepmenperin tersebut, disebutkan bahwa kendaraan yang mendapatkan keringanan PPnBM adalah mobil yang memiliki penggunaan komponen dalam negeri (TKDN) minimal 70 persen.

Adapun daftar mobil yang dimaksud dalam beleid itu ialah: Toyota Yaris, Toyota Vios, Toyota Sienta, Daihatsu Xenia, Toyota Avanza, Daihatsu Grand Max Minibus, Daihatsu Luxio.

Kemudian, Daihatsu Terios, Toyota Rush. Toyota Raiza, Daihatsu Rocky, Mitshubishi Xpander, Mitsubishi Xpander Cross, Nissan Livina.

Begitu pula Hondra Brio RS, Honda Mobilio, Honda BRV, Honda HRV, Suzuki Ertiga, Suzuki XL7, dan Wuling Confero.

(mjo/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK