Mobil Listrik China Nio 'Pembunuh' Tesla Ekspansi ke AS

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Rabu, 03/03/2021 16:47 WIB
Nio ingin berkembang, baik di dalam maupun luar negeri. Pada bulan Januari 2021 misalnya, Nio sedan ET7. NextEV salah satu mobil besutan Nio. (Foto: Courtesy NextEV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Produsen mobil listrik asal China, Nio dilaporkan berniat untuk menandingi dominasi Tesla. Nio berencana menjual produknya ke luar negeri, salah satunya ke Amerika Serikat.

Penjualan mobil listrik Nio dilaporkan naik secara signifikan lebih tinggi pada kuartal keempat tahun 2020, mencapai US$1 miliar atau Rp14,3 triliun (kurs Rp14.323). Namun, kerugian juga meningkat menjadi US$212,8 juta atau Rp4 triliun.

Melansir CNN, Nio mengaku ingin berkembang, baik di dalam maupun luar negeri. Pada bulan Januari 2021 misalnya, Nio meluncurkan ET7, sedan andalan pertamanya.


Langkah tersebut dipandang beberapa analis sebagai upaya untuk menandingi Tesla Model 3 yang populer, yang juga diproduksi secara lokal di China.

Tesla sendiri diketahui telah membuat gebrakan besar di China, meskipun mendapat pengawasan khusus dari regulator baru-baru ini. Bulan lalu, perusahaan yang dipimpin Elon Musk dipanggil oleh otoritas China untuk mengklarifikasi tentang kualitas mobil buatan China.

Nio, yang didukung oleh raksasa teknologi China Tencent dan Baidu sering disebut- sebut sebagai salah satu pesaing terberat untuk Tesla.

Selain lewat peluncuruan mobil baru, Nio juga telah mengumumkan rencana peluncurannya di Eropa tahun ini. Perusahaan itu juga disebut sedang menjajaki prosedur untuk bisa masuk AS.

CEO Nio, William Li mengaku penjajakan untuk menjual produknya ke AS masih tahap awal.

Tu Le, pendiri perusahaan konsultan Sino Auto Insights yang berbasis di Beijing berkata niatan Nio ekspansi ke luar negeri dinilai akan menjadi 'ujian sejati bagi Nio' dan pembuat mobil listrik China lainnya. Dia mencatat bahwa Tesla, pemimpin pasar global juga berekspansi ke Eropa dengan Berlin Gigafactory.

Tahun 2020, Sino Auto Insights mencatat Nio berhasil menjual 43.700 kendaraan di China. Le menilai jumlah itu masih terbilang kecil jika ingin bersaing secara global.

"Untuk menjadi perusahaan yang sehat, mereka harus memiliki 10.000 atau 12.000 unit [pengiriman] sebulan," ujar Le.

(mik/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK