Situs TikTok Cash sendiri suatu platform yang menjanjikan uang bagi member yang telah mengerjakan tugas tertentu dengan cara menonton video pendek di platform TikTok.
Sebelumnya, Tiktok Cash diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) atas pengajuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut juru bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi pada hari Rabu (10/2/2021), OJK mengirimkan pengajuan pemblokiran tersebut karena diduga TikTok Cash melakukan kegiatan penghimpunan dana masyarakat atau pengelolaan investasi tanpa izin.
Beberapa waktu sebelumnya memang publik mempertanyakan perihal operasional TikTok Cash. Sebab sebelum mendapatkan uang, pengguna harus mendaftar ke situs tersebut antara lain dengan melakukan pembayaran untuk sejumlah paket tertentu disertai nomor ponsel dan alamat email.
Dalam situsnya, TikTok Cash menawarkan paketmemberseperti "pekerja sementara" seharga Rp89.000 dengan masa berlaku delapan hari hingga "general manager" seharga Rp4.999.000 untuk masa berlaku 365 hari.
Pihak TikTok Indonesia juga membuat pernyataan tidak terafiliasi dengan platform yang memiliki nama mirip itu.
Skema piramida
Mengutip Antara, bisnis skema piramida (pyramid scheme) pada dasarnya mirip dengan bisnis skema Ponzi, yaitu berusaha mengumpulkan uang masyarakat melalui rekruitmen member baru secara turun temurun.
Bedanya, skema piramida sering dibungkus dalam wujud jual beli barang atau jasa. Padahal, proses jual-beli tersebut hanyalah kamuflase semata. Sebab, harga barang yang dijual biasanya jauh lebih mahal dari seharusnya.
Bahkan, barang yang ditawarkan juga sebetulnya tidak memiliki manfaat alias barang sampah. Sebab, produk barang maupun jasa tersebut bila dijual dengan cara normal pun belum tentu laku alias tidak mampu bersaing secara kualitas dengan produk sejenisnya.
Sehingga, bisnis model piramida akan membuat para pelaku bisnis untuk cenderung fokus kepada merekrutmemberbaru, bukan pada produk yang dijual.
Selain diarahkan untuk mencarimemberbaru, bisnis skema piramida biasanya mewajibkan calon pelaku bisnisnya untuk membayar sejumlah uang pada berbagai level keanggotaan yang ditawarkan dengan ciri memiliki fasilitas berupa peluang mendapat penghasilan yang lebih besar.
Padahal, tak setiapmemberdapat selalu memanfaatkan peluang yang ia bayar tersebut sesuai target yang ditetapkan dalam sistem bisnis yang ditawarkan.
Sehingga, pada akhirnya bisnis skema piramida akan runtuh dan menyusahkan banyakmembernya karena produk yang dijualnya tidak terserap di pasar.
Dengan kata lain, orang yang membeli produk (alias mendaftar) dan menyetor uang semakin sedikit, lalu pada akhirnya bisnis pun bubar. Bagimemberyang kesulitan mendapatkan keuntungan seperti yang dijanjikan, kemudian akan berteriak sebagai tanda telah merasa tertipu.
Lantas hal-hal apa saja yang menjadikan platform TikTok Cash oleh Satgas Waspada Investasi, dapat diduga seperti bisnismoney game(ponzi)?
Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing pada hari Senin (8/2/2021) mengatakan bahwa karena para pesertanya diharuskan merekrutmemberbaru untuk masuk ke platform TikTok Cash. Ia pun menambahkan bahwa "sebaiknya masyarakat tidak ikut dulu kegiatanmemberget memberitu karena potensinya adalah peserta yang masuk belakangan kemungkinan akan jadi pihak yang paling dirugikan".
Ciri skema piramida
Masyarakat, agar terhindar dari kerugian besar pada kemudian hari akibat praktik penawaran seperti itu, sebaiknya perlu tahu ciri-ciri skema Piramida. Bisnis skema piramida, ciri pertamanya, biasanya menjanjikan keuntungan berkali lipat dalam waktu singkat jika sistem bisnis dijalankan.
Selain itu, saat merayu calonanggota mereka biasanya akan lebih banyak menekankan soal keuntungan uang dan bukan tentang produk yang ditawarkan.
Kemudian baru dapat menjadimemberuntuk menjalankan bisnis jika sudah menyetorkan sejumlah uang dan menjalankan sistem bisnisnya, ketiga adalah bahwa sistem bisnis sesungguhnya adalah menjual peluang, sedangkan produk berupa barang atau jasa yang dijual hanyalah kamuflase belaka.
Sistem bisnis baru akan berjalan baik ketika banyakmemberbaru yang mendaftar. Ciri lain adalah kualitas produk yang dijual biasanya tidak sepadan dengan produk sejenis yang ada di pasar.
Dengan ciri-ciri skema bisnis piramida yang telah disebutkan di atas, seyogyanya kita tidak mudah terpengaruh dengan ajakan yang belum jelas. Pastikan pula perusahaan tersebut terdaftar secara resmi, dan kita harus mampu berpikir logis terhadap setiap penawaran bisnis atau investasi yang diajukan.
Jangan hanya karena ikut-ikutan untuk berharap bisa untung malah buntung pada akhirnya. Karena itu, kita wajib memperlakukan uang dengan baik. Pilihlah investasi di bisnis yang benar-benar dikuasai.
Jika memutuskan untuk berinvestasi di bidang bisnis yang belum jelas, maka investasikan dulu waktu kita untuk mempelajarinya dengan seksama. Aturlah mental diri dengan baik, janganlah mengikuti suatu bisnis atau investasi tanpa analisis yang benar.
Kita harus menjadi investor bermental kaya, yakni melakukan investasi dengan pengetahuan dan naluri orang kaya, yaitu orang yang menghargai uangnya melalui investasi di bidang yang dikuasainya.
Apabila kita dapat memikirkannya lebih dalam dan mengubah kebiasaan agar tidak lagi ceroboh serta asal-asalan ketika memutuskan membeli sesuatu, insya Allah kita akan dapat mengubah masa depan menjadi lebih baik.
Situs TikTok Cash sendiri suatu platform yang menjanjikan uang bagi member yang telah mengerjakan tugas tertentu dengan cara menonton video pendek di platform TikTok.
Sebelumnya, Tiktok Cash diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) atas pengajuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut juru bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi pada hari Rabu (10/2/2021), OJK mengirimkan pengajuan pemblokiran tersebut karena diduga TikTok Cash melakukan kegiatan penghimpunan dana masyarakat atau pengelolaan investasi tanpa izin.
Beberapa waktu sebelumnya memang publik mempertanyakan perihal operasional TikTok Cash. Sebab sebelum mendapatkan uang, pengguna harus mendaftar ke situs tersebut antara lain dengan melakukan pembayaran untuk sejumlah paket tertentu disertai nomor ponsel dan alamat email.
Dalam situsnya, TikTok Cash menawarkan paketmemberseperti "pekerja sementara" seharga Rp89.000 dengan masa berlaku delapan hari hingga "general manager" seharga Rp4.999.000 untuk masa berlaku 365 hari.
Pihak TikTok Indonesia juga membuat pernyataan tidak terafiliasi dengan platform yang memiliki nama mirip itu.
Skema piramida
Mengutip Antara, bisnis skema piramida (pyramid scheme) pada dasarnya mirip dengan bisnis skema Ponzi, yaitu berusaha mengumpulkan uang masyarakat melalui rekruitmen member baru secara turun temurun.
Bedanya, skema piramida sering dibungkus dalam wujud jual beli barang atau jasa. Padahal, proses jual-beli tersebut hanyalah kamuflase semata. Sebab, harga barang yang dijual biasanya jauh lebih mahal dari seharusnya.
Bahkan, barang yang ditawarkan juga sebetulnya tidak memiliki manfaat alias barang sampah. Sebab, produk barang maupun jasa tersebut bila dijual dengan cara normal pun belum tentu laku alias tidak mampu bersaing secara kualitas dengan produk sejenisnya.
Sehingga, bisnis model piramida akan membuat para pelaku bisnis untuk cenderung fokus kepada merekrutmemberbaru, bukan pada produk yang dijual.
Selain diarahkan untuk mencarimemberbaru, bisnis skema piramida biasanya mewajibkan calon pelaku bisnisnya untuk membayar sejumlah uang pada berbagai level keanggotaan yang ditawarkan dengan ciri memiliki fasilitas berupa peluang mendapat penghasilan yang lebih besar.
Padahal, tak setiapmemberdapat selalu memanfaatkan peluang yang ia bayar tersebut sesuai target yang ditetapkan dalam sistem bisnis yang ditawarkan.
Sehingga, pada akhirnya bisnis skema piramida akan runtuh dan menyusahkan banyakmembernya karena produk yang dijualnya tidak terserap di pasar.
Dengan kata lain, orang yang membeli produk (alias mendaftar) dan menyetor uang semakin sedikit, lalu pada akhirnya bisnis pun bubar. Bagimemberyang kesulitan mendapatkan keuntungan seperti yang dijanjikan, kemudian akan berteriak sebagai tanda telah merasa tertipu.
Lantas hal-hal apa saja yang menjadikan platform TikTok Cash oleh Satgas Waspada Investasi, dapat diduga seperti bisnismoney game(ponzi)?
Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing pada hari Senin (8/2/2021) mengatakan bahwa karena para pesertanya diharuskan merekrutmemberbaru untuk masuk ke platform TikTok Cash. Ia pun menambahkan bahwa "sebaiknya masyarakat tidak ikut dulu kegiatanmemberget memberitu karena potensinya adalah peserta yang masuk belakangan kemungkinan akan jadi pihak yang paling dirugikan".
Ciri Skema Piramida dan Tips Agar Tak Terjebak
Foto: (dok. screeshot Tiktokecash)
Ciri skema piramida
Masyarakat, agar terhindar dari kerugian besar pada kemudian hari akibat praktik penawaran seperti itu, sebaiknya perlu tahu ciri-ciri skema Piramida. Bisnis skema piramida, ciri pertamanya, biasanya menjanjikan keuntungan berkali lipat dalam waktu singkat jika sistem bisnis dijalankan.
Selain itu, saat merayu calonanggota mereka biasanya akan lebih banyak menekankan soal keuntungan uang dan bukan tentang produk yang ditawarkan.
Kemudian baru dapat menjadimemberuntuk menjalankan bisnis jika sudah menyetorkan sejumlah uang dan menjalankan sistem bisnisnya, ketiga adalah bahwa sistem bisnis sesungguhnya adalah menjual peluang, sedangkan produk berupa barang atau jasa yang dijual hanyalah kamuflase belaka.
Sistem bisnis baru akan berjalan baik ketika banyakmemberbaru yang mendaftar. Ciri lain adalah kualitas produk yang dijual biasanya tidak sepadan dengan produk sejenis yang ada di pasar.
Dengan ciri-ciri skema bisnis piramida yang telah disebutkan di atas, seyogyanya kita tidak mudah terpengaruh dengan ajakan yang belum jelas. Pastikan pula perusahaan tersebut terdaftar secara resmi, dan kita harus mampu berpikir logis terhadap setiap penawaran bisnis atau investasi yang diajukan.
Jangan hanya karena ikut-ikutan untuk berharap bisa untung malah buntung pada akhirnya. Karena itu, kita wajib memperlakukan uang dengan baik. Pilihlah investasi di bisnis yang benar-benar dikuasai.
Jika memutuskan untuk berinvestasi di bidang bisnis yang belum jelas, maka investasikan dulu waktu kita untuk mempelajarinya dengan seksama. Aturlah mental diri dengan baik, janganlah mengikuti suatu bisnis atau investasi tanpa analisis yang benar.
Kita harus menjadi investor bermental kaya, yakni melakukan investasi dengan pengetahuan dan naluri orang kaya, yaitu orang yang menghargai uangnya melalui investasi di bidang yang dikuasainya.
Apabila kita dapat memikirkannya lebih dalam dan mengubah kebiasaan agar tidak lagi ceroboh serta asal-asalan ketika memutuskan membeli sesuatu, insya Allah kita akan dapat mengubah masa depan menjadi lebih baik.