Dugaan Skema Piramida, Buat Putar Uang Anggota Tiktok Cash

Antara, CNN Indonesia | Rabu, 10/03/2021 13:03 WIB
Skema piramida diduga dipraktikan Tiktok Cash untuk putar uang anggota yang bergabung di platform itu. Tiktok Cash diduga menggunakan skema piramida (dok. screeshot Tiktokecash)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tiktok Cash diduga melakukan Skema Piramida yang mirip dengan Skema Ponzi untuk memutar uang agar para anggotanya mendapat keuntungan.

Situs TikTok Cash sendiri suatu platform yang menjanjikan uang bagi member yang telah mengerjakan tugas tertentu dengan cara menonton video pendek di platform TikTok.

Sebelumnya, Tiktok Cash diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) atas pengajuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Menurut juru bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi pada hari Rabu (10/2/2021), OJK mengirimkan pengajuan pemblokiran tersebut karena diduga TikTok Cash melakukan kegiatan penghimpunan dana masyarakat atau pengelolaan investasi tanpa izin.

Beberapa waktu sebelumnya memang publik mempertanyakan perihal operasional TikTok Cash. Sebab sebelum mendapatkan uang, pengguna harus mendaftar ke situs tersebut antara lain dengan melakukan pembayaran untuk sejumlah paket tertentu disertai nomor ponsel dan alamat email.

Dalam situsnya, TikTok Cash menawarkan paketmemberseperti "pekerja sementara" seharga Rp89.000 dengan masa berlaku delapan hari hingga "general manager" seharga Rp4.999.000 untuk masa berlaku 365 hari.

Pihak TikTok Indonesia juga membuat pernyataan tidak terafiliasi dengan platform yang memiliki nama mirip itu.

Skema piramida

Mengutip Antara, bisnis skema piramida (pyramid scheme) pada dasarnya mirip dengan bisnis skema Ponzi, yaitu berusaha mengumpulkan uang masyarakat melalui rekruitmen member baru secara turun temurun.

Bedanya, skema piramida sering dibungkus dalam wujud jual beli barang atau jasa. Padahal, proses jual-beli tersebut hanyalah kamuflase semata. Sebab, harga barang yang dijual biasanya jauh lebih mahal dari seharusnya.

Bahkan, barang yang ditawarkan juga sebetulnya tidak memiliki manfaat alias barang sampah. Sebab, produk barang maupun jasa tersebut bila dijual dengan cara normal pun belum tentu laku alias tidak mampu bersaing secara kualitas dengan produk sejenisnya.

Sehingga, bisnis model piramida akan membuat para pelaku bisnis untuk cenderung fokus kepada merekrutmemberbaru, bukan pada produk yang dijual.

Selain diarahkan untuk mencarimemberbaru, bisnis skema piramida biasanya mewajibkan calon pelaku bisnisnya untuk membayar sejumlah uang pada berbagai level keanggotaan yang ditawarkan dengan ciri memiliki fasilitas berupa peluang mendapat penghasilan yang lebih besar.

Padahal, tak setiapmemberdapat selalu memanfaatkan peluang yang ia bayar tersebut sesuai target yang ditetapkan dalam sistem bisnis yang ditawarkan.

Sehingga, pada akhirnya bisnis skema piramida akan runtuh dan menyusahkan banyakmembernya karena produk yang dijualnya tidak terserap di pasar.

Dengan kata lain, orang yang membeli produk (alias mendaftar) dan menyetor uang semakin sedikit, lalu pada akhirnya bisnis pun bubar. Bagimemberyang kesulitan mendapatkan keuntungan seperti yang dijanjikan, kemudian akan berteriak sebagai tanda telah merasa tertipu.

Lantas hal-hal apa saja yang menjadikan platform TikTok Cash oleh Satgas Waspada Investasi, dapat diduga seperti bisnismoney game(ponzi)?

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing pada hari Senin (8/2/2021) mengatakan bahwa karena para pesertanya diharuskan merekrutmemberbaru untuk masuk ke platform TikTok Cash. Ia pun menambahkan bahwa "sebaiknya masyarakat tidak ikut dulu kegiatanmemberget memberitu karena potensinya adalah peserta yang masuk belakangan kemungkinan akan jadi pihak yang paling dirugikan".

Ciri Skema Piramida dan Tips Agar Tak Terjebak

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK