5 Fakta Gunung Emas Kongo, di Antaranya 90 Persen Tanah Emas

CNN Indonesia | Senin, 15/03/2021 16:14 WIB
Sebuah gunung emas ditemukan di Provinsi Kivu Selatan, Kongo dan kini sedang diburu warga setempat. Ilustrasi gunung emas. (Unsplash/David Marcu)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah gunung emas dilaporkan ditemukan di Provinsi Kivu Selatan, Kongo. Ribuan warga dari berbagai wilayah Kongo pun berbondong-bondong ke lokasi itu untuk menambang emas.

Berikut fakta terkait dengan gunung emas di Kongo:

1. Gunung Emas yang Baru ditemukan

Melansir Reuters, Menteri Pertambangan Kivu Selatan Venant Burume menyampaikan penemuan bijih kaya emas terjadi pada akhir Februari 2021. Tak lama setelah penemuan itu, ribuan orang, termasuk angkatan bersenjata Kongo (FARDC) menyambangi lokasi.


2. Lokasi di desa kecil

Lokasi gunung ditemukannya emas adalah di desa Luhihi, Provinsi Kivu Selatan, Kongo. Melansir Unilad, Luhihi berada sekitar 50 km dari ibu kota provinsi, Bukavu.

3. Diklaim Mengandung 90 persen Emas

Dalam video yang viral di media sosial, banyak warga Kongo menggali tanah dan mengumpulkan tanah itu ke sebuah wadah. Dalam video itu terlihat bahwa mereka memperoleh banyak emas ketika memisahkan tanah dengan air.

Laporan sebuah surat kabar menyebut bahwa tanah di gunung itu diperkirakan terdiri dari '60 hingga 90 persen' emas. Namun, belum ada informasi lebih lanjut mengenai jumlah dan kualitas emas yang ditemukan di gunung tersebut.

4. Penambangan dihentikan

Otoritass Kongo menghentikan sementara aktivitas penambangan di wilayah itu. Surat perintah memerintahkan penambang, pedagang dan anggota angkatan bersenjata Kongo (FARDC) untuk meninggalkan lokasi tambang di dalam dan sekitar Luhihi.

Penghentian penambangan memungkinkan pihak berwenang untuk mengidentifikasi penambang dan memastikan mereka terdaftar dengan benar di administrasi pertambangan artisanal.

5. Berpotensi sebabkan konflik

Emas adalah salah satu sumber daya yang dikenal sebagai 'bahan konflik' di Kongo. Dalam sebuah penelitian, kelompok bersenjata terlibat dalam penambangan dan memaksa orang lain untuk menambang, serta memungut pajak dari para penambang.

Kelompok bersenjata juga menyelundupkan dan memperdagangkan emas hasil penambangan ilegal.

Hasil dari penjualan emas itu kemudian digunakan untuk membeli senjata atau membayar gaji para pejuang.

(jps/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK