Kekayaan Sumber Daya Alam di Kongo Selain Emas

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Kamis, 18/03/2021 16:33 WIB
Cadangan mineral di Kongo sangat berlimpah dan menjadi penopang ekonomi masyarakat setempat. Kongo menarik perhatian publik usai video beredar menampilkan warga mengais emas dari tanah dengan sangat mudah. (Foto: AFP/ALEXIS HUGUET)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah "gunung emas" dilaporkan ditemukan di Republik Demokratik Kongo dalam video yang viral di media sosial, warga dengan mudah mendapat emas dalam jumlah yang banyak.

Penemuan itu membuat negara Kongo pun menjadi perhatian publik. Kongo dinilai sebagai negara yang sangat kaya akan potensi emasnya.


Melansir Britanica, cadangan mineral adalah sumber daya ekonomi utama Kongo. Pertambangan di negara itu menghasilkan hampir sembilan per sepuluh dari total ekspor. Kelimpahan mineral di provinsi Katanga merupakan salah satu faktor yang menarik negara Eropa ke Kongo pada abad ke-19.

Selain emas, mineral yang ditemukan di Katanga antara lain tembaga, kobalt, seng, kasiterit (sumber utama timah logam), mangan, batubara, perak, kadmium, dan germanium (elemen rapuh yang digunakan sebagai semikonduktor).

Mineral lain di negara itu adalah paladium (elemen logam yang digunakan sebagai katalis dan dalam paduan), uranium, dan platinum.

Wilayah barat Danau Kivu juga mengandung kasiterit, columbotantalite, wolframite (sumber tungsten ), beryl, dan monasit (fosfat seriumlogam dan thorium).

Danau Kivu juga menyimpan cadangan gas alam metana, karbonat, dan nitrogen yang sangat besar. Ada deposit bijih besi dan berlian berkualitas permata di bagian selatan sampai tengah Kongo.

Endapan batu kapur yang ada di seluruh wilayah Kongo juga dianggap termasuk yang paling banyak di Afrika.

Berdasarkan data USGS, sektor pertambangan dan pengolahan mineral menyumbang sekitar 22,1 persen dari produk domestik bruto (PDB) Kongo pada tahun 2014. Nilai output di sektor pertambangan meningkat 19,4 persen di tahun itu dibandingkan dengan 10,1 persen pada 2013.

Khusus emas, USGS mencatat ada 193 ribu penambang emas di Kongo antara tahun 2013-2015.

Mengutip Unilad, Kongo penuh dengan kekayaan alam, termasuk minyak, kayu, berlian, dan mineral. Tetapi, kekayaan itu justru menimbulkan masalah bagi negara tersebut. Bersama dengan timah, tungsten, dan tantalum, emas adalah salah satu sumber daya yang dikenal sebagai 'bahan konflik'.

Penelitian menunjukkan bahwa kelompok bersenjata menambang, sekaligus memaksa orang lain untuk menambang. Mereka juga memungut pajak, menyelundupkan, dan memperdagangkan emas.

Hasil dari eksploitasi ilegal itu digunakan untuk membeli senjata atau membayar gaji para pemberontak.

(jps/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK