Netizen Riuh Bahas Teroris Usai Mabes Polri Diserang

CNN Indonesia | Rabu, 31/03/2021 19:30 WIB
Netizen riuh membahas teroris usai Mabes Polri diserang oleh seseorang yang diduga perempuan, Rabu (31/3). Ilustrasi Mabes Polri diserang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Netizen riuh membahas penyerangan oleh seseorang yang diduga perempuan di Mabes Polri, Rabu (31/3). Kata kunci teroris menjadi topik populer di Twitter Indonesia.

Hingga pukul 19.03 WIB, pembahasan mengenai teroris mencapai lebih dari 52 ribu cuitan. Banyak warganet yang khawatir bila aksi ini akan berbuntut panjang sehingga harus meningkatkan kewaspadaan.

Terlebih serangan teroris terjadi menjelang perayaan Hari Paskah, serta dilakukan dalam waktu berdekatan yakni sebelumnya bom bunuh diri di Gereja Katedral.


Selain itu ada juga warganet meminta kepada semua pelaku teror untuk bertaubat sebab menilai apa yang dilakukan sebetulnya salah.

Warganet lain justru meminta agar masyarakat tidak terlalu banyak menyebarluaskan pemberitaan mengenai teroris.

Hari ini serangan teror kembali dilakukan dan menargetkan Mabes Polri. Pelaku sempat menodongkan senjata kepada petugas sebelum akhirnya dilumpuhkan.

Ini merupakan serangan teror kedua dalam satu pekan terakhir. Sebelumnya pada Minggu (28/3) bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral. Pelakunya merupakan pasangan suami istri.

Penyerang Mabes Polri yang dilumpuhkan diduga berjenis kelamin perempuan. Belum diketahui pasti kondisi terakhir pelaku penyerangan tersebut.

Dugaan jenis kelamin perempuan itu didasarkan dari rekaman video pengawas (CCTV) dan juga foto yang beredar di kalangan wartawan. Pakaian yang digunakan berjenis pakaian panjang yang kerap dipakai perempuan. Selain itu foto yang beredar yang disebut pelaku, yang belum terkonfirmasi menunjukkan wajah seperti perempuan.

Belum ada pernyataan resmi dari Mabes Polri terkait detail kejadian, termasuk jenis kelamin pelaku penyerangan.

(ryh/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK