Cara Sedot Data Digital Polisi ke Jumhur Pakai Alat Israel

CNN Indonesia | Rabu, 07/04/2021 03:11 WIB
Ahli jelaskan penyedotan data digital yang dilakukan kepada terdakwa ujaran kebencian Jumhur Hidayat pakai perangkat lunak buatan Israel, Cellebrite. Ilustrasi Jumhur Hidayat. (CNN Indonesia/Thohirin)
Jakarta, CNN Indonesia --

CEO Digital Forensic Indonesia Ruby Alamsyah, menjelaskan mekanisme penyedotan data digital yang dilakukan kepada terdakwa ujaran kebencian Jumhur Hidayat, menggunakan perangkat lunak buatan Israel, Cellebrite.

Menurutnya, Cellebrite merupakan sebuah software yang digunakan untuk analisa forensik terhadap perangkat pintar. Di antaranya ponsel, tablet dan gawai lainnya.

"Cellebrite itu adalah software mobile forensik. Apa itu itu? Software yang berfungsi untuk analisa forensik terhadap mobile device atau terhadap handphone tablet, atau gadget lainnya," ujar Ruby kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Selasa (6/4).


Kata Ruby Cellebrite berfungsi untuk menganalisis rekam data yang berbentuk digital dengan menghubungkan perangkat yang terhubung dengan software itu, alias dihubungkan secara fisik.

Lantas, kata dia, setelah perangkat sudah terhubung, maka Cellebrite dapat menelusuri rekam jejak yang dilakukan di perangkat tersebut. Lalu penggunanya dapat mengambil data tersebut yang nanti dapat berfungsi salah satunya untuk melakukan analisa.

"Jadi cellebrite itu hanya bisa menganalisa atau mengambil data dari handphone (HP) kalau HP nya sudah dipegang oleh penyidik," ujar dia.

Meskipun data sudah lama dihapus, menurutnya melalui software ini semua data dapat dipulihkan lagi, asalkan data tersebut tidak tertumpuk dengan data yang terbaru.

Lebih lanjut Ruby menjelaskan perangkat lunak ini dapat dibeli oleh siapa saja, baik instansi pemerintahan maupun masyarakat umum. Hal ini berbeda dengan software penyadap yang kerap digunakan untuk kepentingan intelijen.

"Software ini merupakan software umum dan komersial, siapa saja bisa beli baik itu swasta maupun instansi pemerintah. Kalau software penyadap atau intelijen mereka membatasi diri, enggak boleh dibeli oleh swasta," ujarnya.

Di samping itu Ruby dengan tegas menyatakan bahwa software ini hanya software forensik digital saja, bukan software yang fungsinya untuk melakukan penyadapan melalui jarak jauh.

"Jadi bukan software penyadap atau software intelijen. Ini cuman software forensik digital khusus untuk mobile device," tutupnya.

Sebelumnya, Mabes Polri dilaporkan menggunakan perangkat dan aplikasi buatan Israel, Cellebrite, untuk menyedot jejak digital Jumhur Hidayat. Hal ini terungkap dalam sidang lanjutan kasus penyebaran berita bohong dengan terdakwa Jumhur, Senin (5/4) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Cellebrite merupakan alat perangkat keras dan aplikasi perangkat lunak buatan perusahaan digital intelijen Israel. Alat ini bisa mengambil data-data dari perangkat elektronik, seperti gawai, komputer, tablet, kartu penyimpan data (memory card), sampai perangkat keras penyimpan data (hard disk).

(can/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK