EDUKASI & FITUR

Sejarah Lampu Lalu Lintas, Terinspirasi Sistem Kereta Api

CNN Indonesia | Rabu, 07/04/2021 20:30 WIB
Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) atau yang dikenal dengan lampu lalu lintas ditemukan pada pertengahan abad ke-19 di Inggris. Ilustrasi lampu lalu lintas. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia --

Apa jadinya jika jalan raya tidak memiliki lampu lalu lintas? Hal ini mungkin pernah terbesit pada pikiran Anda, terlebih bila sering melalui jalan penuh persimpangan dengan kepadatan kendaraan.

Lampu lalu lintas setidaknya ibarat polisi yang memberikan komando kepada pengemudi mengenai kapan Anda boleh melaju dan tidak agar kemacetan tidak terjadi. Lantas bagaimana sejarah dari lampu lalu lintas?

Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) atau yang dikenal dengan lampu lalu lintas ditemukan pada pertengahan abad ke-19 di London, Inggris. Sejak dulu, London sudah tidak lagi asing dengan kondisi jalan yang sangat padat.

Dalam buku berjudul Victorian London: The Life of a City 1840-1870 yang ditulis oleh Liza Picard, ada 13 ribu kendaraan, termasuk kereta kuda yang lalu-lalang di jalan-jalan Kota London kala itu.

Kondisi terparah yang dialami London pada masa itu terjadi di Jalan Temple Bar, Bank of England, dan London Bridge. Kemacetan terjadi pada jam-jam kerja, bukan hanya oleh kendaraan, tetapi juga para pejalan kaki.


Bahkan di London kala itu ada beberapa orang yang bahkan mempertaruhkan nyawanya untuk menyeberang menuju lokasi tujuan mereka.

Demi mengatasi permasalahan tersebut, pada 10 Desember 1868, lampu lalu lintas diperkenalkan dan dipasang di dekat gedung parlemen Inggris di Westminster, untuk mengatur persimpangan jalan antara Great George Street dan Bridge Street.

Seperti 'Pak Polisi'

Lampu lalu lintas yang kita ketahui dilengkapi tiga warna lampu, yakni merah berhenti, kuning hati-hati, dan hijau boleh melaju. Tapi lampu lalu lintas pada masa lampau berbeda.

Bentuknya di masa itu serupa dengan petugas yang berdiri tegak setinggi 20 kaki dan memberi aba-aba dengan 'tangannya'. Tangan ini dibuat menggunakan besi. Jika rentangan besi 90 derajat dengan lampu merah menyala artinya berhenti, sedangkan rentangan besi 45 derajat dengan lampu hijau menyala artinya jalan.

Kala itu belum dikenal lampu kuning. Kemudian menggerakkannya, lampu lalu lintas bekerja dengan memanfaatkan bensin.

Diciptakan John Peake Knight

Lampu lalu lintas pertama diciptakan John Peake Knight, seorang insinyur dan juga manajer kereta api. Dikutip dari BBC, John Peake Knight pernah bekerja merancang sistem persinyalan jaringan kereta api di Inggris.

Saat masuk menjadi komisioner Polisi London, Knight mencoba menerapkan sistem persinyalan kereta api tersebut ke jalan raya.

Bentuk Lampu Lalu Lintas Modern

46 tahun kemudian, lampu pengatur jalan modern muncul.

Diane Bailey, dalam bukunya berjudul How the Automobile Changed History mengatakan bahwa sebuah persimpangan jalan antara Euclid Avenue dan East 105th Street di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat, pada 1914, adalah tempat lampu lalu lintas modern pertama hadir di dunia.

Pada awal kemunculannya hingga saat ini salah satu komponen penting di jalan raya ini berperan untuk mengatur lalu lintas menjadi lebih kondusif, mengutip Live Science.

(ryh/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK