Elon Musk Punya Teknologi untuk Hidupkan Dinosaurus

CNN Indonesia | Jumat, 09/04/2021 14:40 WIB
Perusahaan teknologi yang didirikan Elon Musk disebut punya teknologi untuk menciptakan 'spesies eksotis' dinosaurus. Fosil Allosaurus. (AP/Thibault Camus)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan teknologi yang didirikan Elon Musk, Neuralink, mengklaim dapat menciptakan 'spesies eksotis baru' dinosaurus dalam kurun waktu 15 tahun. Pendiri Neuralink yang lain, Max Hodax, mengatakan pihaknya mungkin bisa membangun Jurassic Park.

Hodak adalah pengusaha dan ahli teknologi Amerika Serikat yang ikut mendirikan perusahaan teknologi saraf Neuralink dengan Musk. Neuralink saat ini sedang mengerjakan teknologi yang dianggap sebagian orang kontroversial, yakni memasang chip di otak manusia lalu menghubungkannya dengan komputer kemudian efektif menjadi cyborg.

Melansir Daily Mail, Hodak tidak merinci bagaimana Jurassic Park versi Neuralink akan dibangun. Namun dia mengatakan hal itu dapat membantu keanekaragaman hayati.


"Kami mungkin bisa membangun Jurassic Park jika kami mau. Tidak akan menjadi dinosaurus yang secara genetik asli. Mungkin 15 tahun berkembang biak + rekayasa untuk mendapatkan spesies baru yang super eksotis," kata Hodak lewat Twitter.

Pernyataan Hodak bikin penasaran tentang agenda Neuralink. Menurut Independent, Neuralink telah mendemonstrasikan chip yang ditanamkan ke dalam otak babi dan monyet, tetapi belum membuat pengumuman apapun terkait kloning hewan.

Jika Hodak mengacu pada ilmuwan dan peneliti genetika secara keseluruhan, prospeknya menjadi lebih mungkin, meskipun tidak disangkal akan sulit.

Para ilmuwan telah mengkloning sejumlah hewan, termasuk serigala, anjing, kucing, monyet, dan yang terkenal, domba. Seekor musang berkaki hitam, yang termasuk dalam daftar spesies yang terancam punah di AS, juga telah dikloning, tetapi para ilmuwan belum berhasil menciptakan hewan yang punah.

"Keanekaragaman hayati (antifragility) sangat berharga; konservasi itu penting dan masuk akal. Tapi kenapa kita berhenti di situ? Mengapa kita tidak lebih sengaja mencoba menghasilkan keragaman baru?," kata Hodak.

Tantangan menciptakan dinosaurus yang autentik secara genetik adalah karena bahan lunak yang mengandung DNA sulit diawetkan.

"Kami memiliki nyamuk dan lalat penggigit dari zaman dinosaurus dan mereka terawetkan dalam damar. Tapi saat amber mengawetkan sesuatu, ia cenderung mengawetkan sekamnya, bukan jaringan lunaknya. Jadi Anda tidak mendapatkan darah yang diawetkan di dalam nyamuk dalam damar," ujar Susie Maidment, seorang peneliti dinosaurus di Museum Sejarah Alam.

Pembiakan dan rekayasa, seperti yang disarankan Hodak adalah sebuah kemungkinan, meskipun itu bergantung pada pemahaman yang jauh lebih besar tentang genom. Dalam film Jurassic Park, mereka menggunakan DNA dari katak untuk mereplikasi reptil, tetapi para ilmuwan saat ini tidak tahu di mana letak lubang dalam genom hewan jika hewan tersebut sudah tidak ada lagi.

"Genom adalah rangkaian lengkap DNA makhluk hidup. Tanpa genom lengkap, tidak mungkin untuk mengetahui bagian mana dari DNA yang telah ditemukan dan oleh karena itu tidak mungkin untuk mengisi celah untuk membangun keseluruhan hewan," kata Dr Maidment.

(pjs/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK