ANALISIS

Menakar Kesiapan Jaringan 5G Kala 4G Belum Juga Merata di RI

CNN Indonesia
Jumat, 09 Apr 2021 18:52 WIB
Sejumlah ahli hingga komisi I DPR masih belum yakin jaringan 5G bisa dibangun dalam waktu dekat di Indonesia. Foto: iStockphoto/Dilok Klaisataporn

Selain itu, kata Nonot, perlu adanya kesiapan jaringan kabel fiber optik yang merata di area-area yang dipetakan jaringan 5G di Indonesia.

Lebih lanjut ia mengatakan pemerintah perlu memperhatikan ketersediaan spektrum frekuensi radio untuk jaringan 5G. Hal itu mengingat Base Transceiver Station (BTS) 5G memerlukan pita lebar sebesar 100MHz atau minimal tersedia 80 MHZ yang utuh (contiguos).

"Saat ini belum ada pita selebar ini. Kalau dipaksakan, maka Indonesia bisa rugi besar karena telah belanja 5G sangat mahal tetapi kualitas akan serasa 3G," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengimbau pemerintah harus berhati-hati dalam mengadopsi 5G. Hal itu dapat dilakukan dengan cara evaluasi faktual terkait seberapa butuh Indonesia terhadap jaring 5G.

Jaringan 5G Masih Ditunda Pemerintah Imbas 4G Belum Merata

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Muhammad Farhan menyatakan saat ini pihaknya masih menunda pembangunan infrastruktur jaringan 5G di Indonesia. Sebab, masuh menunggu waktu untuk mengondisikan seluruh Indonesia mendapat jaringan 4G.

"Timeingnya belum pas, menunggu pemerintah mem-4G kan seluruh jaringan di Indonesia dulu," ujar Farhan kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Kamis (8/4).

Lebih lanjut ia menuturkan penundaan adaptasi jaringan 5G karena pemerintah masih menimbang frekuensi yang dapat digunakan untuk membuka layanan 5G.

Ia berharap layanan 5G di Indonesia paling lambat akan digelar pada November 2022, bertepatan dengan Analog Switch Off (ASO) yang kini tengah dijalankan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Analog Switch Off (ASO) merupakan program pemerintah untuk mengurangi frekuensi yang kini digunakan untuk penyiaran TV analog. Nantinya pada November 2022 pemerintah akan mengalihkan seluruh siaran TV analog menjadi TV digital.

Farhan menjelaskan beberapa keuntungan akan didapat dalam mengadopsi jaringan 5G di Indonesia, di antaranya pada sektor industri. Ia menilai dengan adanya 5G maka produktivitas industri jauh lebih efisien.

"Cotohnya komunikasi antara mobil-mobil pengangkut bahan tambang dipertambangan itu lebih cepet. Sehingga memungkinkan pengoperasian kendaraan tanpa pengemudi," ujarnya.

Selain itu ia menilai 5G sangat baik digunakan untuk komunikasi kereta api cepat Bandung-Jakarta, Lintas Rel Padu (LRT) dan Moda Raya Terpadu (MRT).

Saat disinggung kepada siapa nantinya proyek infrastruktur 5G akan jatuh. Ia menuturkan saat ini ada tiga perusahaan yang yang menguasai teknologi interconecction 5G, yakni Huawei, ZTE dan Consortium.

Namun kini pihaknya belum bisa memastikan kepada siapa proyek pembangunan itu akan diberikan.

"Kita mau mencegah agar Huwaei, ZTE maupun Consortium Eropa itu engga masuk sampe ke level pembebasan tanah, pembangunan tower, pengadaan baterai dan sipil. Kita pengen hal itu dikerjakan oleh perusahaan lokal," pungkasnya.

Kini saatnya masyarakat menunggu kapan Indonesia akan membangun layanan 5G dan kapan jaringan generasi kelima itu dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat dan berguna untuk perkembangan industri di dalam negeri.

(can/DAL)

[Gambas:Video CNN]
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER