Muslim Pro: Kini Orang Lebih Suka Baca Alquran dari Aplikasi

CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 06:22 WIB
Menurut riset Muslim Pro, orang lebih pilih aplikasi seluler untuk baca Alquran atau sumber daya religius lainnya daripada cetakan tradisional. Ilustrasi aplikasi Alquran. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aplikasi Muslim Pro menyampaikan sebagian besar orang lebih memilih online atau menggunakan aplikasi seluler untuk membaca Alquran hingga Alkitab atau sumber daya religius lainnya daripada menggunakan cetakan tradisional.

Hal itu berdasarkan survei baru terhadap konsumen Amerika Serikat (AS) yang menggunakan aplikasi keagamaan dan komunitas Muslim Pro.

Ketua Komunitas Muslim Pro, Zahariah Jupary mengatakan survei tersebut memberikan wawasan baru tentang bagaimana komunitas religius di seluruh AS telah mengatasi pandemi, yang secara signifikan membatasi cara orang hidup dan terhubung.


"Penutupan banyak tempat ibadah dan maraknya teknologi selama pandemi berdampak signifikan pada cara orang mengamalkan keyakinannya," ujar Zahariah dalam keterangan tertulis kepada CNNIndonesia.com, Selasa (13/4).

Secara lebih spesifik, survei menemukan bahwa 34 persen orang AS yang religius masih lebih suka membaca teks cetak, 28 persen membaca online, dan 15 persen lainnya lebih suka menggunakan aplikasi doa atau studi agama. Sekitar 11 persen mengatakan mereka lebih suka rekaman audio.

Temuan kedua menunjukkan bahwa warga Muslim adalah pengguna teknologi terbesar. Sebanyak 46 persen responden Muslim mengaku lebih suka membaca online, dan 21 persen melalui aplikasi.

Temuan ketiga menunjukkan bahwa masyarakat AS meyakini bahwa segala sesuatunya akan menjadi lebih baik dengan berdoa dan membaca sumber-sumber keagamaan seperti Alquran, Alkitab atau Taurat. Sementara 13 persen mengatakan bahwa mereka menemukan kembali keyakinan mereka selama pandemi.

Kemudian, dampak pandemi juga membuat banyak orang lebih dekat dengan komunitas agama mereka. Sebanyak 63 persen orang yang percaya pada suatu agama mengatakan bahwa mereka lebih terhubung dengan kelompok kepercayaan mereka sejak pandemi.

"Hal ini terutama berlaku untuk Muslim di Amerika, dengan 44 persen mengatakan bahwa mereka lebih membutuhkan komunitas mereka pada tahun lalu," kutip hasil survei.

Muslim Pro menyampaikan survei tersebut bertepatan dengan peluncuran fitur khatam terbaru Muslim Pro di aplikasi.

Fitur itu memungkinkan pengguna untuk menyelesaikan membaca Al-Quran dalam 30 hari secara individu dan dalam kelompok, memungkinkan Muslim global untuk terhubung satu sama lain secara virtual melalui aplikasi seluler, terlepas dari jarak di antara mereka.

Survei melibatkan 1.033 responden berusia di atas 16 tahun di AS antara 29 Maret hingga 1 April 2021. Survei dilakukan dari sampel orang dewasa AS, dengan minimal 50 dari kelompok agama termasuk Kristen, Islam, Budha dan Hinduisme.

(jps/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK