Google Resmi Tutup Aplikasi Belanja Baru Berumur 2 Tahun

CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 14:18 WIB
Google resmi menutup platform belanja online yang didirikan pada 2019 di iOS dan Android, Google Shopping. Ilustrasi Google Shopping. (Screenshot via Youtube/googledoodles)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS), Google resmi menutup platform belanja online yang didirikan pada 2019 di iOS dan Android, Google Shopping.

Ditutupnya aplikasi itu diduga karena redundansi dengan fitur yang dapat dilakukan pengguna melalui Shopping tab. Google mengarahkan pengguna ke situs belanja web sebagai gantinya.

Seorang juru bicara Google mengatakan kepada 9to5Google bahwa aplikasi itu akan berfungsi hingga Juni 2021. Tetapi dalam beberapa minggu ke depan pihaknya tidak lagi mendukung transaksi.


"Semua fungsional yang ditawarkan aplikator kepada pengguna tersedia di tab Belanja," kata juru bicara seperti dikutip 9to5Google.

Pihaknya mengatakan akan terus membangun fitur dalam aplikasi Google lainnya, termasuk pada situs shopping.google.com.

Aplikasi belanja besutan Google itu memungkinkan pengguna memilih dari ribuan toko online dan melakukan transaksi menggunakan akun Google masing-masing agar memudahkan dalam berbelanja di ribuan toko online.

Dikutip The Verge, secara keseluruhan Google Shopping tidak perlu memiliki aplikasi, karena sebagian besar pengguna hanya mengunjungi mesin pencari saat mencari produk yang disasar, dan perusahaan itu dapat menghemat sumber daya dengan menutup aplikasi.

Google belakangan memperluas fungsionalitas belanja melalui penelusuran gambar, penelusuran Youtube dan kini tengah merancang belanja menggunakan Augmented Reality (AR).

Google Shopping versi ke 59 sudah mulai memberikan pesan 'something went wrong' pada tampilanya, yang meminta pengguna untuk melanjutkan belanja di halaman web nya. Namun tidak banyak detail informasi untuk memudahkan pengguna.

Pandemi Covid-19 memicu e-commerce berkembang pesat dalam setahun terakhir. Sejak pandemi Covid-19 konsumen digital lebih cenderung berusia di atas 40 tahun.

(can/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK