Al Zahrawi, Bapak Operasi Bedah Pertama Muslim Asal Spanyol

CNN Indonesia | Jumat, 16/04/2021 15:30 WIB
Perkembangan dunia kedokteran modern tak lepas dari pengaruh tokoh muslim bernama Abu Al Qasim Al Zahrawi atau Albucasis. Abu Al Qasim Al Zahrawi atau Albucasis. (Ilustrasi Foto: Fajrian)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perkembangan dunia kedokteran modern tak lepas dari pengaruh tokoh muslim bernama Abu Al Qasim Al Zahrawi atau Albucasis. Dia dinilai sebagai pelopor bedah modern karena berbagai karya dan temuannya di dunia bedah.

Al Zahrawi lahir pada 936 M di Al-Zahra, enam mil barat laut Cordoba, Andalusia, Spanyol. Dia merupakan keturunan dari suku Al Ansar Al Madina Al Munawwarah yang berasal dari jazirah Arab. Suku itu adalah bala tentara Muslim yang menaklukkan dan tinggal di Spanyol.

Al Zahrawi dikenal jarang bepergian. Dia lebih senang menghabiskan sebagian besar hidupnya di kampung halamannya sebagai dokter, apoteker, dan ahli bedah.


Melansir NCBI, Al Zahrawi bukan orang sembarangan. Pasalnya, dia pernah menjabat sebagai dokter istana untuk Khalifah Al-Hakam-II, pada periode yang dianggap sebagai 'Zaman Keemasan' Spanyol Arab ketika ilmu alam dan matematika mencapai puncaknya.

Al Zahrawi meninggal pada 1013 M di usia 77 tahun. Sebelum meninggal, dia sempat menulis buku berjudul 'Al Tasreef Liman 'Ajaz' Aan Al-Taleef' (The Clearance of Medical Science For They Who Can Not Compile It).

Buku itu merupakan ringkasan dari sekitar lima puluh tahun pendidikan, pelatihan, praktik, dan pengalaman kedokterannya.

Di dalam buku itu terdapat tiga puluh jilid ensiklopedia medis yang mencakup berbagai aspek pengetahuan medis. Selain kedokteran dan pembedahan, terdapat pula jilid kebidanan, farmakologi, terapeutik, dietitik, psikoterapi, timbangan dan takaran, serta kimia kedokteran.

Di Al-Tasreef, tiga bab dikhususkan untuk pembedahan. Beberapa prosedur dan teknik yang dirinci dalam bab-bab itu misalnya operasi mata, telinga, dan tenggorokan. Dia sepenuhnya menggambarkan tonsilektomi dan trakeostomi.

Kemudian, dia merancang instrumen untuk pemeriksaan internal telinga dan menemukan alat yang digunakan untuk mengeluarkan atau memasukkan benda ke tenggorokan.

Al Zahrawi juga menjelaskan cara menggunakan pengait untuk menghilangkan polip dari hidung. Lalu menggambarkan eksposur dan pembagian arteri temporal untuk meredakan sakit kepala jenis tertentu.

Yang menarik, dia membuat penerapan ligatur untuk pembuluh darah yang berdarah dan jahitan bagian dalam menggunakan catgut. Dia mendahului ahli bedah militer yang terkenal dari Prancis Ambroise Pare (1510-1590), yang diklaim sebagai orang Eropa pertama yang menggunakan jahitan, dalam lima abad.

Kemudian dia membuat pengaturan dislokasi tulang dan patah tulang. Metodenya untuk mengatur dan mengurangi dislokasi bahu berabad-abad sebelum Kocher memperkenalkan teknik serupa pada pengobatan Eropa.

Kontribusi Besar Al Zahrawi di Bedah Anak

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK