Jutaan Orang Akan Diajak Gugat Facebook di Kasus Data Bocor

CNN Indonesia | Minggu, 18/04/2021 05:00 WIB
Pengguna Facebook yang data pribadinya ada di dalam data yang bocor baru-baru ini telah didesak untuk bergabung dalam gugatan aksi massal. Ilustrasi Facebook. (AFP/OLIVIER DOULIERY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengguna Facebook yang data pribadinya ada di dalam data yang bocor baru-baru ini telah didesak untuk bergabung dalam gugatan aksi massal.

Organisasi Hak Digital Irlandia (DRI) meminta warga Uni Eropa di antara 530 juta orang yang terkena dampak pelanggaran privasi itu untuk mendaftar dalam upaya menuntut Facebook atas insiden itu.

Melansir The Irish Times, sekitar 1,5 juta orang Irlandia termasuk di antara mereka yang data pribadinya bocor ke tangan peretas. Data yang bocor terdiri dari nama, ID Facebook, dan nomor telepon.


Dalam beberapa kasus, informasi lain, termasuk nama pasangan, alamat email, tanggal lahir dan tanggal pembuatan akun juga dilaporkan bocor.

Saat ini, kelompok hak-hak sipil telah mengajukan keluhan ke Komisi Perlindungan Data dan sekarang bersiap untuk membawa kasus ke pengadilan Irlandia atas nama individu yang terkena dampak pelanggaran tersebut.

DRI menyampaikan mereka yang terkena dampak kebocoran data dan telah mendaftar untuk mengambil bagian dalam tindakan hukum bisa mendapatkan ganti rugi antara €300 atau Rp5,2 juta hingga €12 ribu atau Rp209 juta untuk pelanggaran hak satu orang.

"Memaksa perusahaan seperti Facebook untuk membayar uang kepada pengguna yang hak privasinya telah mereka langgar adalah cara paling efektif untuk benar-benar mengubah perilaku perusahaan teknologi besar ini," kata Ketua DRI TJ McIntyre.

"Prospek class and mass actions akan menjadi pendorong utama bagi perusahaan teknologi terbesar dan paling menguntungkan untuk patuh secara hukum dan berhenti memperlakukan data pengguna seperti komoditas," tambahnya.

Menurut DRI, Facebook tidak hanya gagal menerapkan privasi berdasarkan desain dan secara default melindungi data pengguna, tetapi perusahaan juga tidak melapor ke Komisi Perlindungan Data. Padahal kedua hal itu diatur daalam undang-undang GDPR, yang mulai berlaku pada Mei 2018.

Melansir Silicon Republic, DRI mengatakan pihaknya berencana untuk menuntut Facebook untuk memulihkan kerugian bagi orang-orang yang informasi pribadinya telah bocor secara online. Mereka sedang mempersiapkan untuk mengajukan kasus ke pengadilan Irlandia atas nama ribuan pengguna Facebook.

Awal bulan ini, terungkap bahwa database besar informasi tentang 533 juta pengguna Facebook dari 106 negara tersedia di forum peretasan. Sejumlah besar dari mereka adalah pengguna UE dan sekitar 1,5 juta akun Irlandia dilaporkan terpengaruh.

DRI juga mengatakan telah mengajukan pengaduan ke Komisi Perlindungan Data Irlandia (DPC), yang telah memulai penyelidikan atas insiden tersebut. DPC mulai bekerja sama dengan Facebook awal bulan ini untuk mendapat fakta lengkap tentang kebocoran data itu.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK