Clubhouse Disebut Diguyur Dana Segar Rp58,2 Triliun

CNN Indonesia | Senin, 19/04/2021 14:39 WIB
Aplikasi medsos streaming audio Clubhouse baru saja menyelesaikan penggalangan dana Seri C pekan ini bernilai miliar dolar AS. ilustrasi Clubhouse. (AFP/ODD ANDERSEN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aplikasi media sosial audio Clubhouse dilaporkan baru mendapatkan suntikan dana Seri C pekan ini. Clubhouse tidak menyebutkan berapa besaran dana yang mereka dapat dari pendanaan seri C tersebut.

Mengutip AFP, salah satu sumber mengatakan dana yang baru didapatkan membuat valuasi perusahaan menjadi US$4 miliar atau setara Rp58,2 Triliun.

"Kegemparan terhadap media sosial baru tersebut ternyata tumbuh lebih cepat dari yang diharapkan, setelah memperoleh penambahan modal pada Januari. Kegemparan ini turut membuat server mengalami kesulitan dengan (banyaknya) jumlah pengguna," tulis Clubhouse di blognya.


Mengutip Market Watch, putaran penggalangan dana ini dipimpin firma modal ventura Andreessen Horowitz, investor terbesar antara lain DST Global, Tiger Global dan Elad Gil.

Clubhouse dan Andreessen Horowitz juga belum mengumumkan secara resmi soal jumlah dana yang diraih pada putaran tersebut. Aplikasi berbasis audio ini diluncurkan sejak tahun lalu, popularitasnya meningkat ketika Elon Musk dan Mark Zuckerberg menggunakan Clubhouse.

Diluncurkan pada 2020, platform yang berbasis di San Francisco, Amerika Serikat (AS) itu ingin memantapkan dirinya sebagai pembawa standar untuk audio digital. Aplikasi ini juga telah menginspirasi kemunculan produk serupa dari Facebook dan Twitter.

Aplikasi Clubhouse, yang sifatnya eksklusif bagi yang mendapat undangan saja, memungkinkan para penggunanya untuk mendengarkan obrolan audio saja dan terkadang berpartisipasi di dalamnya. Aplikasi ini memanfaatkan kehadiran pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Twitter dilaporkan melakukan pembicaraan dalam beberapa bulan terakhir untuk mengakuisisi Clubhouse. Nilai akuisisi ini dikatakan hingga sekitar US$4 miliar atau Rp58,2 triliun (kurs Rp14.508).

Twitter sebenarnya memiliki produk sendiri yang sangat mirip dengan Clubhouse, yakni Spaces. Itu adalah fitur ruang obrolan audio drop-in yang telah diluncurkan secara bertahap ke basis penggunanya selama beberapa bulan terakhir.

Sedangkan Clubhouse baru saja meluncurkan upaya monetisasi pertama, Clubhouse Payment, yang memungkinkan pengguna mengirim pembayaran langsung ke kreator lain di platform, asalkan orang tersebut telah mengaktifkan penerimaan pembayaran tersebut.

Belum diketahui secara spesifik terhentinya pembicaraan antara Twitter dan Clubhouse, tampaknya label harga yang sangat tinggi jadi penyebabnya.

(dal/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK