Medsos Lokal Incar 160 Juta Pengguna RI untuk Bersaing Global

CNN Indonesia | Sabtu, 27/06/2020 03:22 WIB
A Palestinian artist decorates the Qahwetna Cafe (Our Coffee) one day ahead of Ramadan, in Gaza City, as the faithful prepare for the start of the Muslim holy month, on May 26, 2017.
More than 1.5 billion Muslims around the world will mark the month, during which believers abstain from eating, drinking, smoking from dawn until sunset. / AFP PHOTO / MOHAMMED ABED Ilustrasi media sosial. (AFP PHOTO / MOHAMMED ABED)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan rintisan (startup) jaringan sosial PT Hyppe Teknologi Indonesia tengah merampungkan aplikasi media sosial buatan lokal yaitu Hyppe, dengan menargetkan 160 juta pengguna media sosial di Indonesia.

Hal itu berdasarkan riset media Hootsuit yang menunjukkan bahwa jumlah pengguna media sosial di Indonesia sudah mencapai 160 juta atau 59 persen dari total jumlah penduduk.

Berdasarkan data tersebut, waktu rata-rata penggunaan media sosial di Indonesia mencapai 3 jam 26 menit per hari atau di atas rata-rata global yaitu 2 jam 24 menit per hari.


"Kami ingin berkontribusi lebih besar bagi bangsa ini dengan mendukung pemerintah dalam menumbuhkan ekonomi digital melalui sektor teknologi. Caranya, membangun sebuah platform media sosial karya anak bangsa yang mampu bersaing di tingkat global," kata President Director PT Hyppe Teknologi Indonesia, Hondo Widjaja dikutip dari keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (26/6).

Menyoal Hyppe, media sosial lokal ini bakal memiliki 10 fitur, di antaranya HyppeVid, HyppeDiary, HyppeStory, HyppeChat, HyppeCompetition, HyppeSound, HyppePic, HyppeLive, dan HyppeGames.

Kesepuluh fitur tersebut nanti bakal didukung dengan teknologi Blockchain dan Fingerprint Combat sebagai basis teknologinya.

Konten kreator dan pengguna yang bergabung di media sosial Hyppe kata VP dan Technology Advisor Hyppe Technology Holid's Berhad, Magin M, bakal mendapatkan hasil dari iklan konten dan sponsor yang mereka tonton dari aplikasi ini.

"Atas dasar itu, kami menerapkan teknologi Blockchain dan Fingerprint Combat sebagai basis teknologi dalam Aplikasi media sosial Hyppe, untuk mencatat dan menjaga data hak kepemilikan konten mereka, sehingga kepemilikannya dapat diakui di seluruh dunia," kata Magin.

Selain itu Hyppe diklaim dapat membantu meminimalisir penyebaran informasi palsu atau hoaks. Saat ini, media sosial Hyppe masih di tahap finalisasi atau develop.

"Saat ini aplikasi tersebut sedang di develop. Kedepannya, ini juga akan menjadi habit baru bagi pengguna sosial media dalam berinteraksi sekaligus mendapatkan penghasilan melalui media daring," kata Hondo.

Selain Hyppe, Indonesia sudah memiliki enam media sosial lokal lain yaitu Yogrt, Dorth, Kwikku, Sebangsa, Buzzbudies, dan Mindtalk.

Menyoal spesifikasi singkat keenam media sosial tersebut, Yogrt merupakan platform yang berbasis lokasi dan menyediakan variasi permainan, kuis bahkan layanan video secara live.

Lalu ada Dorth, media sosial ini berbasis komunitas dan bisa digunakan untuk penggalangan dana. Kwikku, berbasis pesan instan dan blogging untuk berbagi tulisan, meme, dan video.

Selanjutnya ada Sebangsa, media sosial ini juga berbasis komunitas. Salah satu fiturnya yaitu Bazaar Senggol yang berfungsi agar tiap komunitas bisa saling berinteraksi.

Buzzbuddies, media sosial berbasis lokasi ini punya fitur pesan instan dan jajaran mini gim. Terakhir Mindtalk yang dirancang untuk masuk ke grup tertentu berdasarkan kegemaran.

(din/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK