Cara Amankan e-KTP Agar Tak Ditagih Pinjaman Online Tiba-tiba

CNN Indonesia | Jumat, 23/04/2021 13:15 WIB
Belakangan beberapa netizen banyak yang membahas korban tagihan pinjaman online alias pinjol hingga tagihan kartu kredit secara tiba-tiba. Ilustrasi (dok. Oppo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Belakangan beberapa netizen banyak yang membahas korban tagihan pinjaman online alias pinjol hingga tagihan kartu kredit secara tiba-tiba. Padahal mereka mengaku tidak pernah sama sekali mengajukan pinjaman atau melakukan transaksi belanja menggunakan kredit.

Salah satu akun Twitter @pinjolaknat kemudian mengungkap adanya praktik penjualan data pribadi, salah satunya KTP elektronik (E-KTP). Pada tangkapan layar itu, diketahui ada oknum yang menjual data lengkap seperti SIM, Kartu Keluarga (KK), kartu BPJS, slip gaji, hingga rekening secara online.


Salah satu warganet membeberkan beberapa cara untuk mengetahui data pribadi seperti E-KTP yang berisiko disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab sebagai data pelengkap untuk melakukan pinjol atau kartu kredit.

Masih kurangnya kepedulian dalam melindungi data pribadi dinilai dapat merugikan masyarakat di era digital saat ini. Berikut beberapa cara untuk mendeteksi data pribadi yang telah disalahgunakan.

"Demikian adalah contoh identity theft. Karena kesadaran privasi di Indonesia masih rendah (lembaga maupun perorangan), bisa jadi besok kamu korbannya. Tapi bisa dicegah dan dimitigasi," kicau @nmonarizqa.

Cek melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK)

Cek informasi debitur di SLIK secara berkala. Meskipun tidak pernah membuka kartu kredit atau melakukan pinjaman, pengguna bisa mengakses situs konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di situs itu dapat terdeteksi apakah ada yang menggunakan data diri kita sebagai debitur.

Jangan asal klik link di email

Jika ada tautan mencurigakan yang dikirim melalui surat elektronik atau email disarankan untuk tidak sembarangan membukanya. Hal itu untuk menghindari kemungkinan adanya Phising atau penipuan online.

Lebih lanjut apabila ada website mencurigakan meminta info data diri, disarankan untuk tidak memberikan secara cuma-cuma.

Jangan memberikan kombinasi OTP kepada siapapun

Selanjutnya diimbau untuk tidak memberikan kombinasi one-time password (OTP) maupun kombinasi password kepada siapapun yang memintanya, baik di jagat maya maupun melalui telepon. Disarankan untuk menyimpan kombinasi password di password manager ketika mudah lupa.

Masalah Fotokopi KTP hingga Situs Untuk Cek Data Diri

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK