Masa Depan Jaringan 5G di RI Disebut Ada di Tangan Kominfo

CNN Indonesia | Senin, 26/04/2021 13:16 WIB
Masa depan jaringan 5G disebut berada di tangan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Ilustrasi jaringan 5G. (iStockphoto/AndreyPopov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi mengatakan jaringan 5G di Indonesia saat ini masih harus menunggu aba-aba dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk penempatan dan standar frekuensi 5G yang akan digunakan.

"Untuk 5G kita masih menunggu aba-aba Menkominfo terkait kebijakan 5G akan ditempatkan di frekuensi mana, dan standar seperti apa yang akan kita gunakan," ujar Heru kepada CNNIndonesia.com.

Menurutnya akses jaringan generasi kelima atau disebut 5G merupakan sebuah keniscayaan. Ia menjelaskan jaringan 5G merupakan teknologi seluler lanjutan setelah generasi 4G. Sehingga revolusi jaringan seluler dianggap harus segera dilalui.


Meski begitu ia menilai lelang frekuensi radio 2,3 Ghz atau jaringan 5G yang dimenangkan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan PT Smart Telecom (Smartfren) memiliki kebijakan yang berbeda dengan ketersediaan jaringan 5G di Indonesia.

"5G kan kebijakannya tentu beda dengan lelang yang digelar," ujarnya.

Di samping itu mengingat jaringan 5G menawarkan kecepatan layanan yang lebih tinggi maka, kata dia, teknologi itu bisa menjawab masalah perlunya peningkatan akses di Indonesia.

Hal itu, menurut Heru tercermin sejak masa pandemi Covid-19, saat banyak masyarakat melakukan bekerja dari rumah (WFH), pembelajaran jarak jauh dan semua aktivitas online lewat aplikasi serta mengakses video streaming dan game online.

Lebih lanjut ia menilai 5G sebagai solusi kebutuhan akses teknologi berbasis nirkabel yang lebih cepat. Jadi pengguna bisa merasakan dan industri dapat memanfaatkan untuk mendukung Industri 4.0.

Dari sisi Industri, ia menilai 5G akan mendukung terciptanya industri berbasis Internet of Things dan juga mendorong perlajuan kota pintar serta teknologi terbaru lain yang butuh internet berkecepatan tinggi.

Sebelumnya PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan PT Smart Telecom (Smartfren) dilaporkan menang dalam seleksi lelang frekuensi radio 2,3 Ghz atau jaringan 5G yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kamis (22/4).

Mengutip situs resmi Kominfo, harga lelang yang dimenangkan Telkomsel adalah Rp176,9 miliar per blok. Telkomsel disebut mendapatkan dua blok yakni A dan C. Sementara Smartfren harga lelangnya sebesar Rp176,5 miliar yang hanya mendapatkan blok B.

Meski begitu, Telkomsel dan Smartfren baru dinyatakan sebagai pemenang seleksi apabila telah diterbitkan Keputusan Penetapan Pemenang Seleksi oleh Menteri Komunikasi dan Informatika. Masih ada beberapa tahap yang harus dilalui kedua perusahaan telekomunikasi itu.

Lelang frekuensi 2,3 GHz kembali dibuka Kominfo pada pertengahan Maret 2021. Adapun peserta yang mendaftar adalah Telkomsel, Indosat Ooredoo, Smartfren, Hutchison 3 Indonesia (Tri), dan XL Axiata.

(can/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK