TIPS OTOMOTIF

Alternatif Reparasi Kaca Mobil Depan Retak, Suntik Resin

CNN Indonesia | Kamis, 06/05/2021 18:19 WIB
Suntik kaca menggunakan cairan resin untuk perbaikan kaca retak bisa jadi solusi, namun ada berbagai pertimbangan yang mesti diperhatikan. Ilustrasi kaca mobil rusak. (Istockphoto/NIpitphand)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kaca mobil rusak karena retak merupakan masalah cukup ribet untuk diselesaikan, selain karena proses mengganti baru sulit harganya juga lumayan. Namun mesti dipahami tidak semua kaca retak mesti langsung diganti, ada solusi yang bisa dicoba lebih dulu yakni suntik kaca atau las kaca.

Penyebab kaca retak bisa beragam, misalnya terbentur krikil atau benda keras dari jalanan, kejatuhan benda saat parkir, atau hal lain.

Reparasi kaca retak menggunakan suntik kaca bisa dilakukan dengan memasukkan cairan resin ke bagian yang rusak. Hal ini bisa jadi solusi, namun tidak berlaku untuk semua jenis keretakan.


Menurut Seva, suntik kaca hanya bisa dilakukan jika retakan atau lubang berukuran kecil, kira-kira seukuran lingkaran uang koin logam.

Cara kerja

Langkah pertama yang dilakukan untuk suntik kaca yakni membersihkan kaca terlebih dulu dari debu, pasir, dan kotoran lain yang masih menempel. Setelah itu cairan khusus yang bisa merekatkan kembali bagian kaca retak disuntikkan.

Butuh waktu sekitar dua jam untuk merekatkan kaca yang retak. Setelah proses perekatan selesai, biasanya kaca masih menyisakan titik halus, yang tidak terlihat secara kasat mata.

Kekurangan

Walau bisa jadi solusi murah, reparasi kaca seperti ini juga disebut punya kekurangan. Setelah melakukan reparasi, kaca mobil hasil suntikan biasanya akan timbul titik putih hasil penusukkan jarum tadi.

Kemudian, ada potensi kaca tidak lagi jernih seperti sedia kala. Lalu, teknik ini dikatakan tidak bisa dilakukan untuk segala jenis kaca. Hanya kaca berjenis lamisafe dan zonelite saja yang bisa diterapkan suntik kaca.

Kedua jenis kaca tersebut biasanya digunakan pada bagian kaca depan mobil, sedangkan kaca samping menggunakan model tempered glass yang berkarakter keras serta tidak mudah retak.

Sementara itu, kaca yang pernah disuntik berpotensi menjadi tidak solid atau kualitasnya menurun. Tingkat keretakan juga bisa menjadi lebih besar bila terjadi benturan lagi pada bagian yang pernah disuntik.

Harga reparasi seperti ini disebut mulai Rp500 ribu, tergantung kerumitan dan kerusakan. Semakin rumit dikatakan semakin mahal, namun masih lebih murah ketimbang mengganti kaca depan baru yang banderolnya jutaan rupiah belum termasuk biaya pemasangan.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK