Menakar Gebrakan Jaringan 5G Telkomsel di Tengah Pandemi

CNN Indonesia | Rabu, 26/05/2021 08:00 WIB
Telkomsel sudah resmi ditetapkan pemerintah lewat Kominfo sebagai penyedia jaringan 5G pertama di Indonesia. Ilustrasi 5G. (iStockphoto/alexsl)
Jakarta, CNN Indonesia --

Telkomsel telah resmi mendapatkan surat keterangan layak operasi (SKLO) jaringan 5G di Indonesia. Itu artinya, Telkomsel menjadi operator pertama yang menggelar jaringan 5G di tanah air.

Pengamat telekomunikasi Heru Sutadi menilai layanan 5G Telkomsel ini bukan hanya pemenuhan akselerasi transformasi digital. Namun bisa membuktikan kepada dunia luar jika Indonesia tak tertinggal terkait dengan teknologi baru meskipun tengah dihantam pandemi Covid-19.

"Meski masih bergulat dengan Covid-19 tapi tidak ketinggalan dalam mengadopsi teknologi terbaru 5G di tanah air," ujar Heru lewat keterangan tertulis, Selasa (25/5).


Heru menambahkan, upaya Telkomsel ini juga diharapkan bisa menggerakkan ekonomi bangsa, khususnya dari UMKM dan menjawab tantangan kebijakan Work From Home (WFH) hingga Pembelajaran Jarak Jatuh (PJJ) yang kini banyak dilakukan di rumah karena sasaran pertama komersial adalah residensial.

"Sebagai tahap awal, tentu pembangunan di tahun pertama hanya sekitar 2-3 provinsi, kemudian nanti terus berkembang karena tidak tertutup kemungkinan akan digelar di Ibu Kota Negara baru, kemudian wilayah dan kota yang demand nya tinggi," jelas Heru.

Kemudian Heru menyarankan perlu dikembangkan juga ekosistemnya karena yang utama adalah yang mendukung industri 4.0 seperti internet of things, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR) maupun blockchain.

Atasi kendala kapasitas frekuensi 5G

Senada, pengamat dari Indotelko Forum, Doni Ismanto mengaku optimis Telkomsel bisa membawa 5G mengatasi kendala kapasitas frekuensi dengan cepat di Indonesia. Doni mengaku bahwa Telkomsel sudah punya segudang pengalaman karena menjadi yang pertama mengadopsi 3G dan 4G di tanah air.

"Meski di 5G ada kendala kapasitas frekuensi, langkah Telkomsel jika nanti komersialkan di area terbatas itu wajar agar bisa membangun user experience dan ekosistem dulu," ujar Doni.

Menurut Doni, kapasitas frekuensi seharusnya menjadi pekerjaan rumah alias PR pemerintah untuk segera dituntaskan. Pasalnya, GSMA pun sudah meminta 6GHz juga didedikasikan untuk 5G. Artinya jika frekuensi yang tersedia benar-benar ideal, baru bisa dituntut yang maksimal dari operator.

"Sekarang kita harus hargai kerja keras operator seperti Telkomsel yang mencoba menghadirkan 5G dengan segala keterbatasan di sisi frekuensi," kata Doni.

Alokasikan Bandwidth 100MHz untuk 5G

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK