Unpad Bakal Uji Dosis Ketiga Vaksin Sinovac

CNN Indonesia | Kamis, 10/06/2021 17:02 WIB
Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Unpad Kusnandi Rusmil mengatakan pihaknya akan mengajukan rencana uji klinis ke komite etik penelitian. Ilustrasi vaksin Sinovac. (Foto: ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Universitas Padjadjaran (Unpad) menyatakan bakal melakukan uji klinis terhadap penggunaan dosis ketiga atau booster vaksin Sinovac untuk meningkatkan antibodi.

Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Unpad Kusnandi Rusmil mengatakan pihaknya akan mengajukan rencana uji klinis itu ke komite etik penelitian terlebih dahulu.

"Belum mulai, baru akan diajukan ke komite etik penelitian dulu," ujar Kusnandi kepada CNNIndonesia.com, Kamis (10/6).


Kusnandi enggan menjelaskan secara rinci perihal waktu dimulainya uji klinis dosis tambahan itu. Dia juga enggan membeberkan berapa banyak relawan dan alasan mengata booster diperlukan di Indonesia.

Sebelumnya, Sinovac mengklaim telah menyelesaikan uji klinis Fase II untuk dosis ketiga atau booster. Perusahaan mengklaim booster meningkatkan antibodi peserta uji hingga 10 kali lipat dalam seminggu dan 20 kali lipat dalam setengah bulan.

"Sinovac juga telah menyelesaikan uji klinis Fase II di mana peserta disuntik dengan dosis booster ketiga setelah menyelesaikan dua suntikan reguler," ujar Chairman Sinovac, Yin Weidong melansir Reuters.

Meski demikian, Yin mengatakan Sinovac masih perlu menyelesaikan pengamatan jangka panjang dari durasi antibodi sebelum dapat membuat rekomendasi kepada pihak berwenang tentang kapan dosis ketiga harus diberikan.

Vaksin Sinovac bernama CoronaVac adalah vaksin dengan unsur virus yang sudah dimatikan (inactivated). Vaksin itu juga mengandung aluminium hidroksida (aluminium hydroxide) yang diklaim berfungsi meningkatkan kemampuan vaksin tersebut.

Kandungan lain pada CoronaVac adalah larutan fosfat yang berperan sebagai stabilizer dan larutan garam atau natrium chlorida (NaCl) sebagai isotonis guna memberikan kenyamanan dalam penyuntikan.

(jps/mik)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK